edisiana.com – Manchester City tampil luar biasa saat menghancurkan Al Ain dengan skor telak 6-0 dalam pertandingan Grup G Piala Dunia Antarklub yang digelar di Atlanta, Senin pagi waktu Indonesia.
City menunjukkan dominasinya sejak awal laga dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 3-0. Tendangan sudut pertama mereka tercipta di menit kedelapan, menjadi awal tekanan tanpa henti terhadap wakil Uni Emirat Arab tersebut.
Gol pembuka dicetak oleh Ilkay Gündogan setelah menerima umpan dari Bernardo Silva. Gelandang asal Jerman itu melepaskan tendangan lob dari sisi jauh kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Eisa, bola pun melengkung masuk ke sudut gawang.
Gol kedua datang dari tendangan bebas Claudio Echeverri di menit ke-27. Setelah Facundo Zabala diganjar kartu kuning karena pelanggaran, Echeverri mengeksekusi bola dengan sempurna ke sudut atas gawang melewati jangkauan Eisa.
Lima menit jelang turun minum, Erling Haaland menambah keunggulan lewat titik penalti. Penyerang Norwegia itu mengarahkan bola ke kanan gawang sementara Eisa salah menebak arah.
Di babak kedua, Manchester City tetap dominan. Gündogan mencetak gol keduanya di menit ke-73 usai menerima umpan Silva, melewati beberapa bek, dan menuntaskan peluang dengan tenang.
Rico Lewis Bobb mencetak gol kelima pada menit ke-84. Disusul oleh Rayan Cherki yang mencetak gol debutnya bagi City di menit ke-89, memanfaatkan umpan Haaland dengan sepakan satu sentuhan.
Kemenangan ini menegaskan status Manchester City sebagai juara bertahan, setelah memenangkan edisi 2023 di bawah format tujuh tim.
Pertandingan terakhir Grup G akan mempertemukan Manchester City dan Juventus pada Kamis di Orlando, Florida. Kedua tim telah memastikan tempat di fase gugur setelah masing-masing mengalahkan Al Ain dan Wydad AC dari Maroko.
“Penampilan yang sangat bagus. Saya pikir kami memiliki momen-momen luar biasa di babak pertama, dan juga di bagian kedua babak kedua,” ujar Ilkay Gündogan seperti dilansir ESPN, seusai pertandingan.
“Saya pikir hasilnya berbicara sendiri, dan pada akhirnya, memang pantas,” tutupnya.(maq)











