edisiana.com – Lamine Yamal, sekarang sudah menjadi bintang yang bersinar di Eropa. Namanya melambung ke seluruh dunia meskipun baru berusia 17 tahun. Bahkan ia identik dengan permainannya identik si Mega bintang Lionel Messi. Dari manakah sang pemain?
Lamine Yamal lahir di kotamadya Esplugues de Llobregat, Spanyol. Pada tanggal 13 Juli 2007. Dari pasangan suami-istri Mounir Nasraoui dan Sheila. Hanya memiliki satu saudara kandung, Baraa Yamal.
Yamal dibesarkan di Rocafonda, lingkungan kelas pekerja dan multikultural di Mataró, dekat kota Barcelona.
Uniknya, melansir Daily Mail menyebutkan, saat masih bayi, Yamal pernah dimandikan oleh pahlawan Barcelona Messi. Dan momen itu dalam pemotretan kalender klub.
Foto itu menjadi viral baru-baru ini ketika ayah Yamal membagikannya di Instagram. Ia menyebutnya sebagai permulaan dari dua legenda
Lamine Yamal mulai bermain sepak bola di CF La Torreta hingga berusia 7 tahun. Ia lalu pindah untuk bermain di La Masia milik FC Barcelona. Setelah ditemukan oleh pencari bakat klub Catalan itu.
Sebelum dia menyadarinya, anak muda ini adalah akan menjadi bagian dari akademi ikonik La Masia, yang telah membesarkan beberapa pemain terhebat yang pernah ada.
Sejak pertandingan pertamanya, ia mulai menunjukkan keterampilan hebat, hingga menjadi salah satu prospek terpenting saat itu.
Lamine Yamal bergabung dengan tim Juvenil A pada musim 2022-23. Di sana, ia menarik perhatian Xavi Hernandez dan diundang untuk berlatih bersama tim utama pada September 2022.
Musim 2022-23 merupakan musim pertama Yamal bersama tim utama FC Barcelona. Ia melakoni debutnya untuk Barça asuhan Xavi Hernández pada 29 April 2023, dalam pertandingan La Liga melawan Real Betis, menggantikan Gavi pada menit ke-83.
Tim Spanyol itu menang 4-0 saat Lamine menjadi pemain termuda yang melakoni debut bersama tim utama Barcelona. Itulah satu-satunya penampilannya di musim itu.
Di musim baru, ia hanya butuh 37 pertandingan untuk dipanggil ke tim nasional Spanyol. Pada 20 Agustus 2023, ia menjadi starter dalam kemenangan 2-0 atas Cádiz, menjadi starter termuda dalam sejarah La Liga pada usia 16 tahun dan 38 hari.
Pada 8 Oktober, dalam hasil imbang 2-2 melawan Granada CF, ia mencetak gol pertamanya untuk klub tersebut. Ia mengakhiri musim keduanya sebagai pemain profesional untuk FC Barcelona dengan lima gol dan lima assist.
Keikutsertaan Yamal di ajang Piala Eropa tentu tak terlupakan. Di usianya yang menginjak 16 tahun, 11 bulan, dan 2 hari, ia menjadi pemain termuda yang melakukan debut di ajang tersebut.
Tak hanya itu, di semifinal melawan Prancis, pemain Barcelona itu menjadi pemain termuda yang mencetak gol di ajang Piala Eropa di usianya yang baru menginjak 16 tahun dan 362 hari.(maq)











