edisiana.com – Nice menunjukkan wajah Eropa mereka yang paling meyakinkan. Bermain di hadapan publik sendiri, wakil Ligue 1 itu menundukkan Go Ahead Eagles dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga Kamis malam yang sarat intensitas.
Namun, justru tim tamu yang lebih dulu menggebrak. Go Ahead Eagles langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan.
Peluang emas hadir di menit kedelapan saat Mathis Suray melepaskan tembakan dari sudut sempit. Sayang bagi Eagles, refleks Maxime Dupé masih terlalu tangguh di bawah mistar Nice.
Petaka datang dalam sekejap. Saat Eagles tengah asyik menyerang, Nice menghukum lewat satu serangan mematikan.
Charles Vanhoutte melepaskan tembakan roket dari tengah kotak penalti, bola meluncur deras ke sudut kanan bawah gawang tanpa mampu dijangkau Jari De Busser. 1-0 Nice.
Gol pembuka itu membakar semangat tuan rumah. Nice mulai mendikte tempo. Salis Abdul Samed membuka ruang dan mengalirkan bola kepada Kevin Carlos di sisi kiri kotak penalti. Percobaan Carlos mengancam, tetapi De Busser masih sigap menjaga harapan Eagles.
Tekanan Nice akhirnya berbuah di penghujung babak pertama. Tiago Gouveia muncul sebagai pembeda, memastikan keunggulan Nice menjadi 2-0 sekaligus menutup paruh pertama dengan senyum lebar publik Riviera.
Memasuki babak kedua, dominasi Nice tak mengendur. Sekali lagi, Tiago Gouveia mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan matang dari
Mohamed-Ali Cho, Gouveia menanduk bola dari jarak sangat dekat ke sudut kiri bawah gawang. Gol kedua sang winger, gol ketiga Nice—malam yang sempurna.
Go Ahead Eagles sempat memberi respons di menit ke-68. Finn Stokkers mencetak gol hiburan lewat sepakan kaki kanan dari tengah kotak penalti, mengarah ke tengah gawang. Skor berubah menjadi 3-1.
Meski masih memiliki waktu dan beberapa peluang untuk mengejar, Eagles kehabisan bensin dan ide.
Nice tampil disiplin hingga peluit akhir, mengunci kemenangan dan menegaskan status mereka sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di pentas Eropa.(maq)










