edisiana.com – Blackburn Rovers mencuri sorotan di Deepdale. Dalam malam yang penuh tensi dan drama khas Championship, Preston North End yang bermimpi naik ke posisi dua justru dipaksa bertekuk lutut.
Dan semuanya ditentukan oleh seorang Gudjohnsen—ya, putra dari legenda itu—Andri Gudjohnsen, yang memastikan kemenangan 1-2 untuk Rovers pada Sabtu dini hari.
Preston membuka laga dengan garang, namun apa pun yang dilepaskan tuan rumah langsung membentur tembok bernama Aynsley Pears. Kiper Rovers itu menepis sepakan keras Lewis Dobbin, lalu melakukan penyelamatan akrobatik untuk menggagalkan tembakan Michael Smith.
Debutan George Pratt—dipanggil pulang dari Chorley ala kisah dongeng—melakukan blok vital dari bola rebound. Dari situ momentum berubah. Rovers bangkit, dan Daniel Iversen dipaksa melakukan dua penyelamatan beruntun dari Sean McLoughlin dan Ryoya Morishita.
Namun pada menit ke-45, benteng Preston jebol juga. Ryan Hedges mengirim umpan silang sempurna, dan Sammy Miller menyundul bola dari jarak enam yard. 0-1 untuk Rovers, Deepdale terdiam.
Tetapi Rovers kemudian kehilangan fokus, dan Preston menghukum mereka di akhir babak pertama. Dobbin mengirim bola ke gelandang pinjaman Tottenham, Alfie Devine, yang melepaskan tembakan keras—Pears sudah mati langkah. 1-1, dan laga kembali hidup.
Babak kedua dimulai dengan Iversen menepis sepakan Yuki Ohashi, tetapi Blackburn punya jawabannya. Pada menit ke-62, lahirlah momen yang membuat headline: Andri Gudjohnsen, putra Eidur yang melegenda di Chelsea dan Bolton, menyundul masuk bola dari tendangan bebas Morishita. Sebuah gol striker alami. Sebuah gol yang mengubah malam.
Preston mencoba bangkit, tapi tampil buruk dan membuang peluang demi peluang. Iversen bahkan harus kembali jadi pahlawan agar gawangnya tidak bobol untuk ketiga kalinya, menepis tendangan sudut Morishita sebelum sang winger Jepang melepaskan tembakan lain yang justru melebar.
Faktanya jelas: menukil BBC, jika tidak kalah, Preston akan naik ke posisi kedua. Tapi Derby Lancashire kali ini menjadi milik Blackburn—si spesialis laga tandang—yang merobek ambisi promosi North End di hadapan publiknya sendiri.
Deepdale membisu. Rovers berpesta. Championship kembali menunjukkan kejamnya.(maq)











