edisiana.com – Penjaga gawang Rami Hamadeh mengaku dalam menjalani pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Palestina tanpa persiapan. Tanpa latihan. Tapi mampu mengatasi tantangan tersebut.
Akibat kesengsaraan yang tengah dialami Palestina, Hamadeh kini telah tidak memiliki klub selama lebih dari setahun dan merupakan salah satu dari empat pemain dalam skuad terbaru yang saat ini tidak terikat.
Bahkan setelah pertemuan mereka sebelumnya dengan Korea Selatan, Hamadeh telah berbicara tentang rintangan yang harus mereka atasi hanya untuk berpartisipasi dalam kualifikasi.
“Kami belum melakukan pemusatan latihan apa pun. Para pemain yang berbasis di luar negeri juga tidak banyak bersama kami,” ucapnya seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Saya tidak punya tim selama setahun karena perang, liga di Palestina dihentikan. Saya berlatih sendiri. Saya berlatih dengan teman-teman saya. Namun saya punya jawab untuk berada di sini,” terang dia menambahkan.
Kualifikasi Asia dilanjutkan pada bulan Maret dengan Korea Selatan menghadapi Oman dan Yordania. Sementara Palestina akan berusaha melanjutkan penampilan gemilangnya melawan Yordania dan Irak.
Sementara itu kapten Tottenham Son Heung-Min memuji semangat yang ditunjukkan Palestina setelah mereka menahan imbang Korea Selatan 1-1 di babak ketiga kualifikasi Asia untuk Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Selasa lalu.
Saat ini Korea Selatan menjadi favorit kuat dalam pertandingan tersebut — yang dimainkan di wilayah netral di tanah Yordania. Palestina-lah yang unggul setelah 12 menit sebelum Son menyamakan kedudukan tak lama kemudian.
“Saya ingin memberikan tepuk tangan meriah kepada tim Palestina,” kata Son dengan murah hati, meskipun ia kecewa dengan hasilnya.
“Melihat mereka bekerja keras, bahkan dalam kondisi sulit, adalah sesuatu yang menurut saya dapat kita pelajari. Saya pikir mereka sudah sangat siap dan melaksanakan rencana mereka dengan sangat baik,” pungkasnya.(maq)










