edisiana.com – Napoli mengalami malam yang kelam di Liga Champions setelah dihajar PSV Eindhoven dengan skor telak 2-6, Rabu dini hari WIB. Pelatih Napoli, Antonio Conte, secara terbuka menyalahkan para pemain rekrutan baru atas hasil memalukan tersebut, termasuk dua nama besar: Kevin De Bruyne dan Rasmus Hojlund.
Padahal, Napoli sempat memimpin lebih dulu melalui gol gelandang Scott McTominay pada menit ke-30. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. PSV membalas dengan dua gol cepat dalam tiga menit menjelang turun minum, membalikkan keadaan dan mengambil alih kendali pertandingan.
Dennis Man menjadi bintang lapangan setelah mencetak dua gol tambahan di babak kedua, masing-masing pada menit ke-54 dan ke-80. Upaya Napoli untuk bangkit kian berat setelah Lorenzo Lucca diganjar kartu merah pada menit ke-76 karena protes keras kepada wasit.
Meski McTominay sempat mencetak gol keduanya pada menit ke-86 untuk memperkecil ketertinggalan, dua gol cepat dari Ricardo Pepi dan Couhaib Driouech di menit-menit akhir mengunci kemenangan meyakinkan bagi PSV sekaligus mempermalukan Napoli di Eindhoven.
Rasmus Hojlund absen karena cedera paha ringan, namun Kevin De Bruyne bermain penuh dalam kekalahan tersebut. Penampilan De Bruyne menjadi sorotan tajam media Italia, yang memberikan penilaian buruk terhadap sang gelandang.
Corriere dello Sport memberi nilai 4,5 dari 10, dan menyebutnya “jarang terlihat, minim kontribusi, dan menghilang saat tim sangat membutuhkan.”
Antonio Conte pun angkat suara seusai pertandingan. Ia mengaku khawatir dengan banyaknya perubahan yang dilakukan pada skuadnya di musim panas lalu.
“Musim lalu, kami meraih gelar dengan luar biasa berkat persatuan dan kerja keras semua pemain. Tapi tahun ini, dengan banyaknya pertandingan dan kedatangan pemain-pemain baru, situasinya berubah,” ujar Conte, dikutip dari Daily Mail pada hari ini.
Napoli tercatat mendatangkan sembilan pemain baru musim ini, termasuk Kevin De Bruyne dan mantan striker Manchester United, Rasmus Hojlund. Conte menyebut aktivitas transfer tersebut sebagai “suatu kesalahan.”
Dengan hasil ini, posisi Napoli di grup Liga Champions menjadi terancam, sementara tekanan terhadap Conte dan para pemain barunya pun semakin besar.(maq)









