Kisah Striker Kurang Gizi Jadi Pemain Top (Bagian-1): Ditolak Klub, Jadi Buruh Pabrik

665

Bola, edisiana.com – Musim ini, nama Jimie Vardy moncer lagi. Dia topskor sementara Liga Inggris dengan mencetak delapan gol. Dalam delapan laga. Artinya kalau dirata-rata satu laga, satu gol.

Dulu, pemain Leicester City ini bukanlah siapa-siapa. Bukan seperti sekarang ini. Atau bukan seperti bintang bola yang ngetop di Priemier League. Dia adalah buruh pabrik. Bagaimana kisah striker Timnas Inggris ini?

Nama lengkapnya Jimie Richard Vardy. Lahir di Sheffield, 33 tahun silam. Jimie Vardy adalah putra dari pasangan Richard Gill dan Liza Vardy. Richard Gill dulu hanya buruh derek dan Liza, pengacara di Sheffield, Inggris.

BACA JUGA:  Everton Siap Lepas Dua Strikernya

Ia tumbuh di kalangan keluarga kelas menengah. Masa kecil penuh masalah. Terutama fisiknya. Sedari kecil dia memang suka bola. Mimpinya dia ingin menjadi pemain bola profesional.

Maka kala remaja ia mencoba mendaftar Sheffield Wednesday. Klub kecil di kota itu. Tak disangkanya, klub tersebut menolak mentah-mentah. Sebab, Jimie terlalu kecil dan kurus karena kurang gizi. Akibatnya Jimie stres.

BACA JUGA:  Tampil Buruk Lantaran Kaki Bellingham Kram

Dia pun akhirnya memutuskan untuk mengubur mimpi tersebut. Mencoba melamar kerja di pabrik. Kala remaja itu ia diterima sebuah pabrik Carbon Fiber dengan gaji yang sangat kecil. Tapi tak diisangka Jimie Vardy menjalani sebagai buruh selama 12 tahun.

“Siang hari saya bekerja berjam-jam kemudian bermain sepakbola pada malam hari. Saya teknisi serat karbon. Memasukkan fiber ke dalam cetakan,” kata Vardy sebagaimana dilansir dari The Mirror.

Karena memiliki bakat pemain bola, teman-temannya mendorong Jimie untuk bermain bola. Namun Jimie Vardy masih trauma masa dia ditolak klub. Kawan-kawan terus merayu agar Vardy kembali main bola.

BACA JUGA:  Lampard! Everton Kalah Melulu

Jimie pun akhir berpikir. Berkat dukungan kuat sohib, dia mengambil keputusan untuk keluar dari buruh. Dia mencari klub yang mau menerimanya.

Dan akhir sebuah klub kampung Stocksbridge Park Steels menerimanya pada 2007. Setelah lima tahun belajar bola, ia ditarik untuk memperkuat tim yang ikut kompetisi di devisi tujuh.(maq/bersambung)

BAGIKAN