Bola  

Paraguay Diguncang Isu Ilmu Sihir di Piala Dunia

Tony Sanabria, striker Paraguay, salah satu pemain yang diincar. Foto: via MD

edisiana.com – Tim nasional Paraguay kembali menjadi sorotan jelang fase penting di Grup D FIFA World Cup. Bukan karena taktik, performa, ataupun kondisi fisik pemain, melainkan karena tuduhan mengejutkan yang datang dari dunia paranormal.

Paraguay, yang tergabung bersama United States, Australia, dan Turkey di Grup D, disebut-sebut telah menjadi korban praktik ilmu sihir yang ditujukan untuk mengganggu performa tim.

Klaim kontroversial itu datang dari seorang paranormal ternama Paraguay, Arístida Génez, yang lebih dikenal dengan nama “Mística”.

BACA JUGA:  Chelsea Menang Lagi, Timo Pecahkan Kemandulan

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa beberapa pemain tim nasional telah terkena pengaruh mantra.

“Dan jelas bukan orang Paraguay yang melakukannya. Itu berasal dari negara lain; ada dua negara yang takut pada Albirroja,” ujarnya dengan penuh keyakinan dikutip dari Mundo Deportivo pada hari ini.

Pernyataan tersebut langsung memicu gelombang reaksi di Paraguay. Sebagian suporter menganggapnya sebagai bagian dari kepercayaan populer yang masih kuat di kawasan Amerika Selatan, sementara yang lain menilai tuduhan itu berlebihan dan tidak berdasar.

Meski demikian, isu supranatural bukanlah hal asing dalam dunia sepak bola Amerika Latin.

BACA JUGA:  Duel Villarreal Ingin Putuskan Rekor Buruk Jamu Barcelona

Sepanjang sejarah, berbagai tim dan pemain pernah dikaitkan dengan ritual mistis, jimat keberuntungan, hingga praktik spiritual untuk mencari keuntungan kompetitif.

Di tengah kontroversi tersebut, skuad timnas Paraguay team tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi persaingan ketat di Grup D.

Kehadiran United States men’s national soccer team sebagai tuan rumah, disiplin taktis Australia men’s national soccer team, serta kualitas teknis Turkey national football team membuat peluang lolos diprediksi akan berlangsung sangat sengit.

BACA JUGA:  MU Bermain Imbang Hojlund Selamatkan Amorim

Kini, pertanyaannya bukan hanya apakah Paraguay mampu bersaing di lapangan, tetapi juga apakah isu “kutukan” ini akan memengaruhi mental para pemain di turnamen terbesar dunia tersebut.(maq)