Croix Iris Dibantai Reims 0-4 dalam Malam Penuh Luka

Reims berhasil menundukkan Croix Iris dengan skor menyakinkan. Foto: via Sport Mole

edisiana.com – Reims tampil tanpa ampun. Datang ke kandang Croix Iris, Les Rouge et Blanc berubah menjadi mesin penghancur dan pulang dengan kemenangan telak 0-4 pada laga Ligue 1, Sabtu dini hari. Norman Bassette menjadi wajah teror dengan dua gol dan segudang ancaman.

Pesta Reims dimulai cepat. Menit ke-10, Hiroki Sekine menyalakan sumbu kehancuran. Dari sisi kanan kotak penalti, sepakan kaki kanannya meluncur dingin ke sudut kiri bawah gawang.

Croix Iris belum sempat bernapas, Reims sudah menusuk.
Sembilan menit berselang, Bassette hampir menggandakan keunggulan.

BACA JUGA:  Scoopy Hadir dengan Warna Baru, Makin Stylish di Jalanan Kepri

Tendangannya sudah melewati kiper, namun mistar gawang masih menyelamatkan tuan rumah dari rasa malu lebih cepat. Tapi itu hanya penundaan.

Bassette akhirnya mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan assist Zabi Gueu. Pertahanan Croix Iris runtuh, dan Reims semakin liar.

Gol ketiga lahir pada menit ke-34. Adama Bojang, dari luar kotak penalti, melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri bawah gawang. Umpan terobosan Théo Leoni jadi pembuka jalan. Indah, cepat, mematikan.
Belum cukup.

BACA JUGA:  Juve Siap Barter Vlahovic dengan Lukaku

Di menit tambahan waktu babak pertama, Teddy Teuma menancapkan pisau terakhir. Tendangan bebasnya melengkung sempurna ke sudut kiri atas gawang. Croix Iris benar-benar tersungkur.

Petaka tuan rumah belum berhenti. Menjelang turun minum, Hugo Robert diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras. Malam berubah jadi mimpi buruk.
Babak kedua hanya soal kontrol. Reims menurunkan tempo, tapi tetap berbahaya.

Bassette nyaris mencetak hattrick—satu tembakannya melenceng tipis ke kanan, lainnya ditepis Tanguy Vincent. Peluang datang silih berganti, namun skor tak lagi berubah.

Peluit akhir berbunyi. Skor 0-4 terpampang kejam. Reims pulang dengan kepala tegak, Croix Iris dengan luka mendalam. Gaya Marca: dominasi, drama, dan kemenangan tanpa kompromi.(maq)