edisiana.com – VfL Wolfsburg memberikan Manchester United pelajaran yang tidak akan cepat dilupakan. Dalam malam penuh drama di Liga Champions, tuan rumah menekuk United 5–2 dalam duel yang nyaris tak punya jeda untuk bernapas.
Fridolina Rolfö sempat membuka cerita dengan gol ke gawang mantan klubnya, tetapi pesta sebenarnya justru dipimpin oleh dua gol Ella Peddemors. Babak pertama yang kacau-balau kemudian menghadirkan gol Lineth Beerensteyn dan Melvine Malard sebelum turun minum—membuat 45 menit pertama terasa seperti empat babak berbeda.
Svenja Huth memberi ancaman awal, namun justru United yang menyambar momentum lewat Malard. Aksi individu dari sisi kiri diakhiri umpan silang sempurna untuk Rolfo, yang menaklukkan Stina Johannes dengan sundulan dingin.
Tapi Wolfsburg merespons dalam hitungan menit. Sapuan buruk Safia Middleton-Patel jatuh ke kaki Peddemors, dan gelandang itu mengirimkan bola ke pojok gawang tanpa ampun.
Tidak sampai di situ, Peddemors kembali menghukum United di menit ke-37 lewat umpan silang yang meluncur begitu saja melewati kerumunan pemain dan bersarang di tiang jauh.
Publik tuan rumah makin bergemuruh ketika Beerensteyn melepaskan sepakan spektakuler ke sudut atas tepat sebelum jeda, memberi Wolfsburg keunggulan 3–1.
United sempat menghidupkan harapan: Janina Minge melakukan sundulan keliru ke kotak penalti sendiri dan Malard memanfaatkannya dengan sentuhan yang cerdik melewati Johannes. Babak pertama ditutup dengan skor 3–2, tapi pertandingan terasa jauh lebih berat dari itu untuk tim tamu.
Memasuki babak kedua, United mencoba bangkit namun justru kembali terancam. Beerensteyn nyaris mencetak gol lagi sebelum akhirnya benar-benar menyempurnakan malamnya di menit ke-65—berlari ke kotak penalti dan menembak telak untuk gol keempat Wolfsburg.
Petaka bagi United belum selesai. Di menit ke-96, Vivien Endemann membaca kesalahan fatal di lini belakang dan mencuri bola untuk menutup malam kelam Setan Merah dengan gol kelima.
Lyon Selamat dari Neraka Turin
Melansir ESPN, OL Lyonnais, yang datang ke Italia dengan rekor sempurna, akhirnya tersungkur juga. Menghadapi Juventus, mereka tertinggal 3–0 dan nyaris pulang membawa luka besar.
Namun mental juara tetap berbicara: Lyon meraih hasil imbang dramatis di menit-menit akhir untuk menghindari kekalahan yang bisa menjadi bencana. Sebuah malam Eropa yang penuh kejutan—di Wolfsburg maupun di Turin.(maq)











