edisiana.com – Tottenham Hotspur harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri setelah tumbang 1-2 dari tamunya, Aston Villa, pada laga Liga Premier yang berlangsung Minggu malam. Hasil ini menggagalkan peluang Spurs untuk naik ke posisi kedua klasemen.
Tottenham sejatinya memulai pertandingan dengan baik. Mereka unggul cepat di menit ke-5 melalui gol Rodrigo Bentancur — gol pertamanya untuk klub di tahun 2025.
Gol tersebut berawal dari umpan silang Mohammed Kudus dari sisi kiri, yang disundul Joao Palhinha kembali ke kotak penalti.
Bentancur menyambar bola muntah dengan tendangan setengah voli dari jarak delapan yard, tanpa mampu dibendung kiper Villa.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Dalam laga yang dimainkan di bawah guyuran hujan lebat, Aston Villa perlahan mulai menekan. Gelandang Inggris, Rogers, berhasil menyamakan kedudukan dengan gol indah di menit ke-38.
Meski dikepung empat pemain Spurs, Rogers mampu melepaskan tembakan melengkung dari jarak 20 yard yang melewati kiper Guglielmo Vicario dan masuk ke bawah mistar.
Memasuki babak kedua, laga berlangsung sengit dan penuh drama. Tottenham sempat melakukan protes keras atas dua insiden.
Pertama, ketika Kevin Danso — yang menggantikan Cristian Romero yang cedera saat pemanasan — melanggar Lucas Digne dengan tekel keras ke pergelangan kaki, namun tidak dihukum wasit.
Kedua, ketika bola mengenai lengan bek Villa, Ezri Konsa, di dalam kotak penalti, tetapi lagi-lagi wasit tak memberikan penalti.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Aston Villa mencetak gol kemenangan di menit ke-77. Sebuah umpan silang brilian dari Matty Cash dari lini belakang menemukan Lucas Digne di sisi kiri.
Digne kemudian mengirimkan bola kepada pemain pengganti Emiliano Buendia, yang dengan tenang menembak ke sudut bawah gawang Spurs.
Ini menjadi gol ketiganya dalam empat pertandingan, dan pelatih Unai Emery terlihat melompat kegirangan di pinggir lapangan.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Villa di Liga Premier musim ini, dan kelima secara beruntun di semua kompetisi. Sementara itu, menurut BBC, Tottenham harus puas kehilangan momentum untuk menyalip rival-rivalnya di papan atas klasemen.(maq)











