edisiana.com – Stadion Groupama kembali menjadi panggung pesta Olympique Lyon. Menjamu Rennes, Sabtu malam (19/9/2026), Lyon tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4-0.
Pertandingan berjalan nyaris satu arah. Lyon mampu menguasai permainan dan menciptakan sembilan peluang mencetak gol. Sementara Rennes hanya mampu membalas lewat empat peluang.
Tuan rumah langsung tancap gas sejak menit awal. Ernest Nuamah membuka keunggulan Lyon setelah melepaskan tembakan dari tengah kotak penalti. Bola meluncur ke tengah gawang setelah mendapat umpan dari Corentin Tolisso.
Rennes mencoba merespons. Namun, tekanan yang mereka bangun justru membuka ruang bagi Lyon untuk melancarkan serangan balik.
Nuamah kembali menjadi momok bagi pertahanan tim tamu. Menerima umpan Pavel Sulc dalam sebuah serangan balik cepat, pemain tersebut berhasil menuntaskan peluang menjadi gol kedua Lyon.
Keunggulan 2-0 membuat Lyon semakin nyaman mengendalikan pertandingan. Rennes kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan menghadapi gelombang serangan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Lyon tidak mengendurkan tekanan. Baru tiga menit setelah turun minum, gol ketiga kembali bersarang di gawang Rennes.
Zachary Athekame menjadi aktor dalam proses gol tersebut. Berawal dari serangan balik cepat, bola kemudian diberikan kepada Corentin Tolisso. Gelandang Lyon itu menyelesaikannya dengan tembakan ke sudut kiri atas gawang.
Rennes baru mencoba bangkit setelah tertinggal jauh. Dari empat peluang yang mereka dapatkan, salah satunya nyaris menghasilkan gol melalui Mahdi Camara.
Namun, upaya Camara masih mampu diamankan kiper Lyon, Dominik Greif. Gawang tuan rumah tetap steril hingga pertandingan berakhir.
Lyon pun menutup malam di Groupama dengan kemenangan 4-0. Performa dominan tersebut kembali membuat stadion kebanggaan mereka terasa angker bagi tim tamu.(maq)











