Italia Waspadai Tiga Striker La Roja

Lamane Yamal selebrasi dengan pemain timnas Spanyol. Foto: Getty via ESPN

edisiana.com – Pelatih Italia telah mempelajari permainan Spanyol dalam kemenangan 3-0 atas Kroasia di laga pembukaan. Ia menilai La Roja memiliki penguasaan bola yang lebih sedikit.

Berbeda jauh saat Italia melawan mereka dalam pertandingan kompetitif untuk pertama kalinya sejak final Euro 2008 — rekor beruntun yang mencakup 136 pertandingan.

Hal ini sebagian karena La Roja memainkan permainan tanpa tiki taka tapi lebih langsung ke depan. Dengan dua pemain sayap, Lamine Yamal dan Nico Williams.

Spalletti mengakui ancaman yang kini dibawa tim asuhan Luis de la Fuente dalam transisi. “Tim Spanyol ini menguasai bola lebih cepat, mereka lebih mengarahkan, tapi itu tergantung siapa yang bermain sebagai penyerang tengah,” ungkap Spalletti dinukil dari ESPN pada Kamis ini.

BACA JUGA:  Eliano Reijnders Cetak Gol Perdana, Indonesia Bantai China Taipei 6-0

Menurut dia, tiga penyerang yang memiliki keahlian berbeda. Alvaro Morata adalah pemain yang terbaik dalam berlari untuk mengejar bola. “Dia tidak malas. Dia banyak berlari. Dalam hal jarak tempuh dan kecepatan, jumlah tembakannya luar biasa,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Lamine Yamal. Pemain muda dari Barcelona ini menguasai bola jauh di depan lapangan.

“Saat kami menguasai bola, kami harus memastikan bahwa kami berada di posisi yang tepat untuk melakukan turnover karena mereka akan mematikan jika  meninggalkan terlalu banyak ruang di serangan balik,” terang Spalletti membaca permainan.

BACA JUGA:  Chelsea Siap Keluarkan Dana Rp1,6 T untuk Frenkie De Jong

Namun, gelandang Spanyol Fabián Ruiz berpendapat bahwa perubahan perminan lebih merupakan evolusi daripada revolusi.

“Saya pikir gayanya mirip. Spanyol mempunyai pemain yang suka menjaga penguasaan bola dan menguasai bola,” ucapnya.

“Tim ini memiliki karakteristik pemain-pemain berkualitas yang menginginkan bola. Namun pelatih ingin kami menjadi lebih vertikal sekarang dan mencoba memasuki wilayah pertahanan lawan lebih cepat,” imbuhnya.

Sementara itu kemenangan pada pertandingan nanti akan menjamin tempat masing-masing negara di babak sistem gugur. Dan hasil imbang pun sudah cukup bagi keduanya untuk lolos dari Grup B.

BACA JUGA:  Salto Kapten Selamatkan Spurs dalam Drama 2-2 yang Mendidih

Italia, yang memiliki skuad yang fit untuk dipilih melawan Spanyol, menutup fase grup melawan Kroasia pada hari Senin. Dan Spanyol menyelesaikan fase grup melawan Albania di hari yang sama.(maq)