edisiana.com – Manchester United mengakhiri musim Liga Inggris 2024 dengan menyedihkan. Yang terburuk sepanjang sejarah klub di Liga Premier meski menang 2-0 di hari terakhir melawan Brighton pada hari Minggu kemarin.
Tim besutan Erik ten Hag itu finis di urutan kedelapan klasemen. Pencapaian terburuk United sebelumnya di era Premier League adalah di posisi ketujuh di bawah David Moyes pada 2013-14.
Empat belas kekalahan di liga dalam satu musim merupakan yang tertinggi sejak mencatatkan 16 kekalahan pada musim 1989-90 di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
“Sejauh ini belum cukup bagus. Posisi kedelapan adalah performa terburuk. Memang benar, tapi kami seharusnya bisa tampil lebih baik,” kata Ten Hag dilansir ESPN pada hari ini.
“Mudah-mudahan kami akan menjalani minggu yang baik dan semua orang mendukungnya. Kami akan menampilkan tim yang kompetitif dan kami akan berjuang untuk Piala FA,” ujar dia menambahkan.
Meski menang di Brighton berkat gol Diogo Dalot dan Rasmus Højlund , United juga finis dengan selisih gol negatif (minus-1) untuk pertama kalinya dalam 34 tahun.
Ini adalah puncak dari musim kedua yang penuh bencana di bawah asuhan Ten Hag, yang membuat timnya finis di posisi terbawah grup Liga Champions pada bulan Desember.
United akan menghadapi rival Manchester City di final Piala FA di Wembley pada hari Sabtu mendatang. Dan jika menang, Setan Merah mendapat tiket di Liga Europa musim depan.(maq)










