edisiana.com – Olimpico membara, emosi meledak, dan Como pulang dengan dada tegap. Lazio dipaksa menelan pil pahit setelah tunduk 0-3 di hadapan tim tamu yang musim ini tampil tanpa rasa takut.
Hujan kartu kuning, tekanan tanpa henti, namun yang tersenyum di akhir laga adalah pasukan Cesc Fàbregas.
Belum genap penonton duduk manis, Como sudah menusuk jantung Lazio. Peluit baru saja berbunyi, Álex Valle mengirimkan bola ke jantung pertahanan, dan Martin Baturina tanpa ampun menyikatnya. Sepakan mendatar ke sudut kiri bawah—gol kilat! Olimpico terdiam.
Lazio tersentak. Amarah tuan rumah berubah menjadi gelombang serangan. Demi serangan dibangun, bola terus diarahkan ke kotak penalti Como.
Danilo Cataldi sempat melihat celah, namun di sana berdiri sosok tak tergoyahkan: Jean Butez. Kiper Como itu mulai menulis kisah heroiknya.
Laga berubah keras. Duel demi duel memakan korban. Kartu kuning beterbangan. Dari kubu Como, Álex Valle dan Ivan Smolcic dihukum akibat tekel-tekel brutal.
Lazio tak luput: Luca Pellegrini, Cataldi, Romagnoli, hingga Zaccagni masuk buku wasit. Pertandingan memanas, ritme meningkat, emosi mendidih.
Saat Lazio sedikit lengah, Como kembali menggigit. Serangan cepat, transisi tajam. Maxence Caqueret menyodorkan bola matang, dan Nico Paz menyambutnya dengan penyelesaian dingin. Gol! Como menjauh. Efisien. Mematikan.
Lazio mencoba bangkit sebelum jeda. Mattia Zaccagni melepaskan tembakan dari luar kotak penalti—diselamatkan! Tak lama berselang, peluang emas kembali datang dari jarak enam yard. Lagi-lagi Zaccagni. Lagi-lagi Butez. Sang kiper menutup babak pertama dengan status pahlawan.
Babak kedua menjadi panggung dominasi Como. Mereka mengontrol tempo, mematikan ritme Lazio, dan menunggu momen terakhir. Dan momen itu datang melalui kaki yang sama.
Nico Paz sekali lagi! Tembakan dari luar kotak penalti meluncur ke sudut kiri atas gawang. Tak terjangkau. Gol kelas dunia. Gol penutup. Gol penegas.
Peluit akhir berbunyi. Lazio terkapar. Como berpesta. Di malam penuh kartu dan tensi tinggi, Como menunjukkan satu hal: mereka bukan kejutan—mereka adalah ancaman nyata.(maq)











