edisiana.com — Di bawah lampu Ramon Sanchez-Pizjuan, Spanyol dan Turki menutup perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan drama 2-2 yang memantapkan takdir masing-masing: La Roja lolos otomatis, Turki melaju lewat jalur play-off.
Sebuah malam yang penuh tensi, peluang, dan sedikit rasa gugup bagi tim tuan rumah yang selama ini tampak sempurna.
Spanyol sebenarnya membuka laga seperti biasanya — dominan, cepat, dan tanpa kompromi. Baru empat menit berjalan, Dani Olmo sudah menggetarkan jala setelah menyambar umpan tarik presisi dari Marc Cucurella. Start ideal, pola klasik La Roja, dan seolah “business as usual”.
Tapi Turki punya agenda lain. Untuk pertama kalinya sepanjang kampanye ini, Spanyol kebobolan. Deniz Gul menemukan ruang kecil di dalam kotak dan menaklukkan Unai Simón tiga menit sebelum jeda. Stadion sunyi sesaat; rekor clean sheet Spanyol akhirnya runtuh.
Dan babak kedua berjalan semakin menegangkan. Menit ke-54, Salih Özcan melepaskan tembakan melengkung ke sudut kiri bawah yang membuat Spanyol tiba-tiba berada di ujung tanduk. Rekor tak terkalahkan dalam 30 laga kompetitif terasa seperti akan buyar.
Namun Mikel Oyarzabal — dalam performa terbaiknya musim ini — menyelamatkan keadaan. Delapan menit setelah Turki berbalik unggul, ia bergerak cepat menyambar bola muntah dari upaya Yeremy Pino yang diblok di garis gawang. 2-2, dan Spanyol kembali bernapas.
Turki, yang butuh menang tujuh gol untuk merebut puncak klasemen, tetap menunjukkan determinasi gila. Altay Bayındır dua kali menepis peluang emas Olmo.
Sementara tendangan akrobatik Barış Yılmaz memaksa Simón melakukan penyelamatan kelas dunia ketika kedudukan masih 1-1. Mereka datang dengan segala tenaga — hanya tak cukup untuk menjatuhkan juara Eropa.
Akhirnya, hasil imbang ini mengukuhkan fakta: hanya Inggris yang berhasil menyelesaikan kualifikasi tanpa sekali pun kebobolan. Spanyol finis sebagai penguasa Grup E, menang dan clean sheet di lima dari enam pertandingan.
La Roja tidak menang di Seville, tetapi mereka meraih hal yang jauh lebih penting: tiket langsung menuju Piala Dunia 2026. Turki? Mereka menuju play-off, tetap hidup dalam perburuan mimpi.
Takdir sudah ditetapkan — dan kedua tim berjalan ke masa depannya masing-masing.(maq)










