Jumlah Penumpang Pelabuhan Internasional di Batam Turun 99 Persen

1057
Salah satu pelabuah yang ada di Batam terlihat sepi. Pada Triwulan I ini jumlah turun drastis. Foto : Humas BP Batam

Batam, edisiana.comAkibat penutup akses negara tetangga, Singapura dan Malaysia pada masa pandemi ini, sangat berdampak pada penumpang kapal. Khususnya di lima pelabuhan internasional turun 99 persen.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Nelson Idris, mengatakan penurunan jumlah penumpang di Pelabuhan Penumpang Badan Usaha Pelabuhan BP Batam mencapai 78 persen.

Yakni pada Triwulan I tahun 2020 tercatat 2.267.262 penumpang dan tahun ini menjadi 490.173 penumpang pada triwulan I.

“Kontribusi terbesar yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang pada triwulan I 2021 ini karena kebijakan penutupan akses ke negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, untuk mencegah penyebaran Covid-19, ” terangnya dalam siaran persnya pada Senin, 19 April 2021.

BACA JUGA:  Potensi Gelar Juara Arsenal Bisa Fatal

Sehingga, ujar Nelson, pelabuhan internasional di Batam mengalami penurunan yang sangat drastis.

Penurunan jumlah penumpang di lima pelabuhan internasional di Batam, ia menambahkan, mencapai 99 persen. Yakni dari 1.403.001 penumpang pada triwulan I 2020 menjadi hanya 13.140 penumpang pada triwulan I 2021, yang didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI), pemilik long term visa, maupun pelaku perjalanan dinas terbatas.

Sementara itu, jumlah penumpang di pelabuhan domestik juga mengalami penurunan sebesar 44,8 persen dari triwulan I 2020 sebanyak 864.261 penumpang menjadi 477.033 penumpang dengan didominasi arus penumpang di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur sebesar 53,7 persen.

BACA JUGA:  Punya 60 Proyek di Batam, Kini Taiwan Melirik NDP

Sedangkan arus lalu lintas kapal penumpang juga mengalami penurunan sebesar 59 persen dari pencapaian di triwulan I tahun 2020. Yakni dari 13.207 call menjadi 5.370 call di triwulan I tahun 2021.

          Kini Bisa Pakai QRIS

Penerapan digitalisasi kini merambah pelabuhan penumpang, sejak 9 April 2021 lalu. Pembayaran boarding pass di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur sudah bisa menggunakan metode pembayaran digital berupa QRIS (QR Indonesian Standar).

BACA JUGA:  Klopp: Belum Ada yang Bilang Oke Liverpool Juara

Hal ini dilakukan untuk memberikan alternatif bagi pengguna jasa yang ingin bertransaksi non tunai, untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan meminimalisir kontak melalui uang tunai dan meningkatkan transparansi transaksi keuangan.

“Semua counter tiket yang ada di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur sudah menyediakan fasilitas QRIS bagi penumpang. Sehingga bisa menjadi alternatif untuk pembayaran boarding pass. Perlahan kita harapkan digitalisasi ini bisa merambah semua sektor sehingga lebih efektif dan efisien,” jelas Nelson Idris. (maq)

BAGIKAN