edisiana.com – El Sadar bergemuruh. Lima gol, dua kebangkitan, dan satu tendangan yang menentukan nasib. Osasuna menaklukkan Real Oviedo 3-2 dalam laga Minggu malam yang liar, intens, dan benar-benar menggila.
Rojillos harus menderita lebih dulu. Fede Viñas dan Alberto Reina membuat tim tamu unggul dua kali, memaksa Osasuna terus mengejar.
Namun setiap pukulan dibalas. Ante Budimir tampil sebagai jangkar emosi, mencetak dua gol krusial yang menjaga Osasuna tetap hidup.
Dan ketika laga tampak menuju hasil imbang, muncul momen yang akan menghiasi highlight musim ini.
Menit ke-91. Víctor Muñoz. Keajaiban.
Sebuah tembakan luar biasa ke sudut atas gawang—tak terjangkau, tak terbantahkan. El Sadar meledak. Bangku cadangan berhamburan. Osasuna menang.
Tiga poin emas yang membawa Rojillos menjauh dari zona degradasi, diraih lewat pertandingan yang mencerminkan sepak bola Spanyol dalam bentuk paling murninya: penuh nyali, penuh emosi, dan tanpa kompromi.
Di tempat lain, Celta Vigo tak memberi ampun. Rayo Vallecano dilibas 3-0 dalam pekan ke-20 LaLiga, Minggu malam, dalam laga yang sepenuhnya dikuasai tuan rumah.
Ini adalah kemenangan ketiga beruntun Celta, yang kini tak terkalahkan di kompetisi domestik sejak November. Mesin mulai panas.
Kepercayaan diri kembali. Rayo datang ke Balaídos dalam kondisi pincang—hingga delapan pemain absen—dan itu terasa di setiap menit pertandingan. Mereka tak mampu menahan tekanan, tak sanggup merespons ritme.
MD menyebut hasil ini membuat Celta kembali menempel Real Betis, menjaga asa di papan tengah klasemen.
Satu malam, dua cerita. Osasuna selamat lewat drama. Celta melaju lewat dominasi.(maq)











