edisiana.com – Atlético Madrid akhirnya bernapas lega. Kemenangan kandang pertama di tahun 2026 pun diamankan di Metropolitano, dalam laga yang tak memberi ruang untuk keraguan.
Bagi tim Diego Simeone, ini bukan sekadar tiga poin—ini soal bertahan di jalur Liga Champions.
Pada pekan ke-20 EA Sports LaLiga, Minggu malam, Atlético tampil dengan satu pesan jelas: tidak ada kompromi. Simeone tahu taruhannya besar.
Los Rojiblancos tertinggal delapan poin dari FC Barcelona, sementara persaingan di papan atas semakin sesak.
Atlético memanfaatkan momentum. Villarreal, rival langsung di klasemen, datang dengan tekanan setelah kehilangan poin sehari sebelumnya melawan Betis.
Kesalahan itu tak disia-siakan. Sundulan hebat dari Sorloth, di awal babak kedua, membuka skor untuk Atletico.
Meski tim asuhan Marcelino kalah tapi masih menyimpan satu laga tunda, untuk saat ini Atlético berhasil menyamai perolehan poin mereka.
Di lapangan, Atlético menunjukkan urgensi. Intensitas tinggi, agresivitas tanpa jeda, dan mental “final” di setiap duel.
Melansir MD, kemenangan atas Deportivo Alavés pada 18 Januari menjadi jawaban atas keraguan yang sempat muncul di awal tahun.
Metropolitano kembali berdiri. Simeone kembali mengepalkan tangan.Atlético tahu mereka tak boleh terpeleset lagi. Liga Champions memanggil—dan di Madrid, mereka akhirnya mulai menjawab.(maq)











