edisiana.com – Manchester City kembali menunjukkan mental juara. Tanpa banyak kompromi, The Citizens menundukkan Brentford 2-0 dan melangkah mantap ke semifinal Carabao Cup. Satu gol spektakuler dari Rayan Cherki dan satu sentuhan keberuntungan Savinho membawa pasukan Pep Guardiola semakin dekat ke Wembley.
Brentford sejatinya memulai laga dengan keberanian. Mereka menekan sejak awal dan sempat membuat City tidak nyaman. Namun semua peluang itu menguap, dan mereka justru harus berterima kasih kepada kiper pengganti, Hakon Valdimarsson, yang tampil sigap menepis tembakan keras Cherki di awal laga.
Namun, peringatan itu tak dihiraukan.
Tepat setelah setengah jam pertandingan berjalan, Cherki akhirnya meledak. Pemain Prancis itu menerima bola di tepi kotak penalti, menggeser ke kaki kanannya, lalu melepaskan tembakan luar biasa.
Bola meluncur deras ke sudut atas gawang—tak terjangkau, tak terbendung. Sebuah gol kelas dunia.
Kontroversi sempat menyelimuti laga sebelum gol tersebut. Brentford merasa dirugikan saat Abdukodir Khusanov hanya diganjar kartu kuning usai menjegal Kevin Schade di dekat kotak penalti.
Para pemain tim tamu yakin striker mereka berada dalam posisi emas untuk mencetak gol. Namun tanpa VAR di Carabao Cup, keputusan wasit Sam Barrott tak tergoyahkan. Protes berakhir, permainan berlanjut.
Di babak kedua, City tetap mengontrol tempo. Tendangan jarak jauh Nico O’Reilly langsung mengarah ke Valdimarsson, sementara Brentford hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Kristoffer Ajer.
Namun James Trafford tampil heroik dengan penyelamatan penuh jangkauan yang menjaga keunggulan City.
Dan ketika Brentford mulai berharap, City mematikan mimpi itu.
Menit ke-67, Savinho melepaskan tembakan yang membentur pemain lawan. Bola berubah arah, melambung melewati Valdimarsson, dan jatuh sempurna ke gawang. Gol yang mengunci segalanya.
Peluit akhir berbunyi. Manchester City menang 2-0. Menurut BBC, kemenangan ini tiket semifinal di tangan. Wembley kini hanya berjarak satu langkah lagi. Seperti biasa, City datang tanpa suara—dan pergi membawa kemenangan.(maq)










