Malam Terakhir Griezmann: Assist, Kemenangan, dan Air Mata Wanda Metropolitano

Griezmann merayakan gol kemenangan untuk Atletico Madrid menjamu Levente. Foto: via MD

edisiana.com -Antoine Griezmann menulis salam perpisahan dengan cara paling puitis: sebuah assist, kemenangan, dan tepuk tangan panjang dari Wanda Metropolitano.
Atlético Madrid menutup laga kandang dengan kemenangan tipis 1-0 atas Girona FC pada Ahad malam.

Namun skor hanyalah detail kecil dalam malam yang sepenuhnya menjadi milik Griezmann.

Sang penyerang Prancis membuka jalan kemenangan ketika dengan cerdas menemukan ruang di sisi serangan sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang disambar mudah oleh Lookman. Sebuah assist khas Griezmann: sederhana, elegan, mematikan.

BACA JUGA:  Empat Gol, Dorong Mariam London ke Posisi 11 Klasemen

Lookman nyaris menggandakan keunggulan setelah itu, tetapi tembakannya melebar dan satu gol lainnya dianulir karena offside.

Di sisi lain, Griezmann sendiri hampir mencatatkan namanya di papan skor sebelum digagalkan penyelamatan luar biasa Paulo Gazzaniga.

Girona sempat memberikan perlawanan sengit. Álex Moreno dan Viktor Tsygankov memaksa Jan Oblak bekerja keras sebelum jeda. Kiper Slovenia itu kembali menjadi tembok kokoh saat menepis peluang demi peluang tim tamu.

Atleti sendiri tetap mengancam. Bek Marc Pubill melepaskan tembakan yang melayang di atas mistar, sementara percobaan Koke memaksa Gazzaniga bergerak cepat ke sudut gawangnya.

BACA JUGA:  Xavi: Jujur, Kami Pantas Kalah

Babak kedua berjalan dengan tensi tinggi. Upaya Lookman diblok, Gazzaniga membuat penyelamatan gemilang dari Álex Baena, lalu Tsygankov kembali menguji refleks Oblak.

Di menit-menit akhir, sang penjaga gawang Atleti bahkan harus menepis tendangan Claudio Echeverri demi memastikan tiga poin tetap tinggal di Madrid. Namun ketika peluit panjang berbunyi, pertandingan berubah menjadi sebuah penghormatan.

Sebanyak 64.396 pendukung berdiri dan memberikan perpisahan panjang untuk Griezmann. Melansir  ESPN, Stadion Wanda Metropolitan bergemuruh, lampu menyala, dan satu era perlahan ditutup.
Karena di Madrid, legenda tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya meninggalkan panggung dengan tepuk tangan.(maq)