Rooney: Insiden Kiper Palace, 100 Persen Kartu Merah

Henderson saat menepis bola Haaland di luar kotak terlarang. Foto: via BBC

edisiana.com – Insiden Dean Henderson dalam final Piala FA antara Crystal Palace dan Manchester City memang menimbulkan kontroversi, terutama terkait potensi kartu merah akibat handball di luar kotak penalti.

Insiden bermula dari bek City, Josko Gvardiol, memainkan bola panjang untuk dikejar Erling Haaland. Namun Henderson ragu-ragu, sebelum akhirnya mengulurkan tangan di luar kotak penalti untuk mengalihkan bola dari penyerang City tersebut.

VAR meninjau insiden dan memutuskan tidak memberi sanksi, karena dinilai bukan “peluang mencetak gol yang jelas”.

BACA JUGA:  Klub - Klub Italia Tolak Pengurangan Tim di Serie A

Sementara Wayne Rooney, mantan striker Manchester United, sangat tidak setuju dan menyebut itu “100 persen  kartu merah,” bahkan menyerukan penghapusan VAR karena keputusan seperti ini dinilai merusak keadilan pertandingan.

Menurut Laws of the Game IFAB: pemain yang dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan di luar kotak penalti bisa diberi kartu merah jika tindakan tersebut menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas (DOGSO).

BACA JUGA:  Napoli Menang, Ambisi Conte Tumbangkan Juve Selesai

Namun, jika tidak dianggap sebagai DOGSO — misalnya karena arah bola tidak menuju gawang atau masih ada bek lain yang bisa menutup — maka hanya dianggap pelanggaran biasa atau kartu kuning.

Banyak yang menilai bahwa Haaland dalam posisi ideal untuk mencetak gol, dan tindakan Henderson adalah DOGSO.

Melansir BBC, namun, VAR berdalih arah gerakan Haaland tidak cukup “jelas” menuju gawang dan menyatakan bukan peluang mencetak gol yang pasti.

BACA JUGA:  Saka Jadi Penentu, Arsenal Akhiri Penantian 20 Tahun ke Final Liga Champions

Meski secara teknis VAR mengikuti prosedur, banyak yang menganggap keputusan ini keliru secara “rasa keadilan” dan logika sepak bola.(maq)