Pemko Batam Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Serumpun
edisiana.com – Sebanyak 368 peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam turut ambil bagian dalam Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang resmi dibuka di Batam. Event budaya tahunan ini berlangsung hingga 18 Mei dan menjadi salah satu ajang pelestarian seni Melayu terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan KSM selama lebih dari dua dekade. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu tak hanya soal identitas, tapi juga memiliki nilai ekonomi dan pariwisata yang strategis.
“Melestarikan budaya Melayu, mempererat silaturahmi serumpun, dan mendorong ekonomi kreatif adalah tujuan utama KSM,” ujar Amsakar dikutip dari MCB pada Ahad ini.
Ia juga mengungkap rencana besar Pemko Batam membangun panggung seni budaya permanen, dengan Gedung Beringin yang sedang dikaji sebagai pusat kebudayaan di Batam.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, menyebut KSM sebagai satu-satunya acara dari Kepulauan Riau yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI tahun ini.
“KSM telah terselenggara tanpa jeda selama 26 tahun, bahkan saat pandemi. Ini bagian dari pelestarian 10 Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Batam,” jelas Ardiwinata.
Selain pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah dan negara, KSM juga menghadirkan bazar kuliner tradisional yang dimeriahkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, semakin memperkuat nuansa khas Melayu dalam acara ini.
Pemerintah Kota Batam berharap KSM bisa terus berkembang sebagai magnet wisata dan mendorong Batam sebagai destinasi unggulan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia.(*)











