edisiana.com – Crystal Palace menorehkan sejarah dengan meraih gelar Piala FA pertama mereka setelah mengalahkan Manchester City 1-0 dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion Wembley malam ini.
Pelatih City, Pep Guardiola, membuat kejutan dengan menurunkan formasi menyerang tanpa gelandang bertahan. Strategi ini membuat City langsung mengurung Palace di awal pertandingan.
Kevin De Bruyne, yang tampil untuk terakhir kalinya di Wembley bersama City, menjadi pusat permainan. Umpan lambungnya yang ditujukan kepada Erling Haaland nyaris membuahkan hasil.
Namun tembakan sang striker berhasil ditepis oleh Dean Henderson. Kiper Palace itu kembali berjibaku menggagalkan sundulan Josko Gvardiol.
Meski ditekan, Palace menunjukkan efisiensi luar biasa. Dalam serangan pertama mereka yang melewati garis tengah, Jean-Philippe Mateta mengirim bola kepada Daniel Muñoz, yang kemudian melepas umpan silang matang ke arah Eberechi Eze.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Eze melepaskan tendangan voli keras yang menembus gawang Stefan Ortega, membuat para pendukung Palace bersorak histeris.
Palace hampir menggandakan keunggulan lewat Ismaïla Sarr, namun Ortega kembali menyelamatkan City. Momen menegangkan terjadi saat Henderson terlihat menyentuh bola di luar area di bawah tekanan Haaland, tetapi VAR menyelamatkannya dari hukuman kartu merah.
City mendapat peluang emas saat Tyrick Mitchell menjatuhkan Bernardo Silva di kotak penalti. Anehnya, Haaland tidak menjadi eksekutor. Sebaliknya, Omar Marmoush yang maju, namun tendangan penaltinya digagalkan Henderson yang tampil sebagai pahlawan.
Henderson juga menepis tembakan melengkung dari Jérémy Doku, menjaga keunggulan Palace yang hanya menguasai 19 persen penguasaan bola di babak pertama.
Di babak kedua, Muñoz sempat mencetak gol yang dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR yang panjang. Sementara City terus menggempur pertahanan Palace, barisan belakang tim London Selatan itu bermain disiplin dan penuh semangat.
Tambahan waktu 10 menit menjadi ujian terakhir, namun Palace mampu bertahan. Begitu peluit akhir berbunyi, menukil BBC, lagu kebanggaan klub “Glad All Over” menggema di seluruh Wembley, menandai malam bersejarah bagi The Eagles.(maq)











