Mata Mount ‘Terbakar’ Setelah Chelsea Kalah

447
Gelandang Chelsea, Mason Mount. Foto: Getty

Bola, edisiana.com Mason Mount marah usai Chelsea ditaklukkan Manchester City 0-1 pada akhir pekan kemarin. Sebab gelandang  serang itu hanya main 10 menit. 

‘Ya, saya melihat ‘matanya terbakar’ tapi ini benar-benar normal,” ujar Manajer Chelsea, Thomas Tuchel dalam jumpa pers pada hari ini. 

Tuchel menjelaskan mengerti atas tindakan Mount yang marah lantaran keputusannya mengecewakan. “Dia di sini untuk memainkan pertandingan semacam ini, tetapi kami hanya memilih pelari [Ziyech]  di sisi kiri dan mengejar Christian [Pulisic] sebagai sisi kanan,” imbuh Tuchel seperti dilansir Metro Sport.

BACA JUGA:  Pep akan Ubah Skuadnya Musim Depan

Biasanya, tutur Tuchel, Ziyech sedikit lebih ofensif dan dia sedikit lebih seperti seorang pelari daripada Mason. “Dan kami mengharapkan lebih banyak ruang di belakang garis terakhir dan bukan di depan empat bek dari City,” jelasnya. 

Selain itu ia mengaku menurunkan Mount di akhir babak kedua lantaran pemain timnas Inggris itu tidak berada di zona 100 persen sebelum perjalanan Chelsea ke City.

BACA JUGA:  Solskjaer Buka Suara Kenapa CR7 Tidak Masuk Starting Line-up

Tuchel menilai kemarahan Mount masih batas yang wajar. “Karakter kebaikan Mason dan bersikap sopan dan hormat, jadi tidak ada salahnya dalam hal ini,” jelasnya.

Tapi dia dan rekan setimnya masih sayang sama Mount. Manajer asal Jerman itu memastikan Mount akan diturunkan sebagai starter. Pada laga melawan Brighton di Stadion Amex pada Rabu dinihari, 19 Januari 2022 pukul 03.00 WIB. (maq)

BACA JUGA:  Enrique: PSG Akan Lebih Bagus Ditinggalkan Mbappe
BAGIKAN