Mimpi Italia Hancur di San Siro,Norwegia Menggapai Impian

Haaland mencatat dua gol untuk membawa Norwegia lolos ke Piala Dunia. Foto via MD

edisiana.com – Dua puluh enam tahun penantian. Dua generasi tersia-sia. Dan akhirnya, mimpi itu kembali hidup: Norwegia lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Di San Siro, Erling Haaland dan kawan-kawan menulis sejarah dengan kemenangan spektakuler 1–4 atas Italia, sekaligus merebut tiket langsung ke Amerika.

Italia datang dengan beban misi mustahil: menang sembilan gol untuk menggeser Norwegia dari puncak Grup I. Tapi Gli Azzurri tetap menekan sejak peluit pertama, bermain dengan intensitas tinggi seperti tim yang menolak takdir.

Harapan itu sempat menyala ketika Pio Esposito menjebol gawang Norwegia pada menit ke-11. San Siro bergemuruh, seakan keajaiban mungkin saja terjadi.

BACA JUGA:  Klopp: Saya Belum Lelah, Liverpool!

Namun itu menjadi satu-satunya momen mereka. Setelah gol tersebut, Italia menekan tanpa henti, tetapi Norwegia bertahan dengan disiplin baja. Dan pukulan balasan akhirnya tiba.

Antonio Nusa, pemain muda yang musim ini melejit, menusuk dan menembak masuk untuk menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua. Gol yang pada dasarnya mematikan impian Italia menghindari play-off.

Setelah itu, pertandingan berubah menjadi pesta Viking.Erling Haaland, sang mesin gol, memanfaatkan ruang yang tersisa dan mencetak dua gol klinis yang meruntuhkan mental pasukan Gattuso.

BACA JUGA:  Messi Pecahkan Rekor MLS, Inter Miami Hajar Toronto FC 4-2

Lalu di masa tambahan waktu, Jørgen Strand Larsen menyelesaikan malam kelam Italia dengan gol keempat Norwegia.

Skor akhir: Italia 1 – 4 Norwegia. Sebuah tamparan telak bagi gli Azzurri, yang kembali harus menempuh jalur play-off, tersandung oleh kalkulasi mereka sendiri yang menuntut kemenangan sembilan gol—target yang sejak awal terdengar seperti fiksi.

Bagi Norwegia, ini malam yang tak akan terlupakan. Hampir tiga dekade setelah era Solskjær, Flo, dan Rekdal, sebuah generasi baru yang dipimpin Haaland dan Ødegaard akhirnya membawa negara itu kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.

BACA JUGA:  Como Pamer Kuasa di Serie A: Tim Fabregas Jinakkan Sassuolo 2-0

Di Amerika tahun depan, Norwegia datang bukan sebagai nostalgia sejarah—tetapi sebagai tim yang siap membuat babak baru.(maq)