Hujan Gol di Aveiro, Portugal Sah Ambil Tiket Piala Dunia

Portugal menang besar dan Bruno Fernandez mencetak tiga gol. Foto: via BBC

edisiana.com – Portugal tidak membutuhkan Cristiano Ronaldo untuk berpesta. Di Aveiro, Seleção memeragakan salah satu malam paling garang dalam sejarah kualifikasi: kemenangan 9–1 atas Armenia.

Dan menjadi sajian sepak bola ofensif ala mesin yang sedang panas-panasnya, dan bonus terbesar—tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.

Dari menit pertama, aroma dominasi sudah tercium. Renato Veiga membuka keran gol lewat sundulan mematikan setelah bola mati cerdas dari Bruno Fernandes.

Namun Armenia sempat memberi kejutan ketika Eduard Spertsyan menyamakan kedudukan di menit ke-18.

BACA JUGA:  Sammer Isyaratkan Guardiola Tinggalkan Man City Musim Panas Ini

Sejak itu? Portugal menekan pedal gas.
Gonçalo Ramos kembali mengantar Seleção memimpin sebelum panggung total menjadi milik dua maestro malam itu: João Neves dan Bruno Fernandes.

Neves mencetak dua gol cepat—satu dari sapuan klinis, satu lagi dari tendangan bebas yang terbang indah ke sudut gawang.

Menjelang jeda, drama penalti: Rúben Dias dijatuhkan, dan Fernandes mengonversi dengan dingin untuk membawa Portugal unggul 5–1 saat turun minum.

Babak kedua hanya mempertegas satu hal—Seleção sedang lapar gol. Fernandes menembak rendah untuk gol keduanya, lalu kembali mengeksekusi penalti setelah Carlos Forbs dilanggar.

BACA JUGA:  Liga Champions Ajang Reuni Gvardiol dengan Klub Lamanya

Neves melengkapi hattrick lewat penyelesaian tajam dari dalam kotak, sebelum Francisco Conceição menutup pesta dengan gol kesembilan, beberapa detik sebelum laga berakhir.

Sementara euforia menggelegak, ada satu catatan besar: dengan status kualifikasi sudah aman.

Melansir BBC, pengeluaran Cristiano Ronaldo dalam laga sebelumnya melawan Republik Irlandia, berarti sang megabintang akan absen pada dua laga awal Portugal di Piala Dunia 2026.

Portugal mengirim pesan keras ke dunia: bahkan tanpa Ronaldo, mereka adalah monster. Dan di Amerika–Meksiko–Kanada tahun depan, mereka datang bukan untuk berwisata. Mereka datang untuk merebutnya.(maq)