edisiana.com – Mantan pemain Arsenal dan timnas Prancis, Samir Nasri, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit dalam laga Liga Champions antara Real Madrid dan Olympique Marseille. Nasri menilai penalti yang diberikan kepada Madrid sebagai sebuah skandal wasit dan menyebut keputusan itu tidak pantas.
Dalam pertandingan debut fase grup Liga Champions musim ini, Real Madrid berhasil mengalahkan Marseille dengan skor meyakinkan. Dua gol Madrid dicetak melalui titik putih oleh Kylian Mbappé, yang menjadi eksekutor kedua penalti tersebut.
Menurut laporan dari Mundo Deportivo, wasit asal Bosnia, Irfan Peljto, yang memimpin pertandingan pada Rabu dini hari memberikan penalti kepada Madrid akibat dugaan handball oleh pemain Marseille di kotak terlarang.
Keputusan tersebut tidak mendapat intervensi dari VAR, yang dinilai mengonfirmasi bahwa insiden tersebut adalah pelanggaran murni.
Namun, keputusan tersebut menimbulkan kontroversi. Banyak pihak, termasuk Samir Nasri, menganggap bahwa insiden tersebut bukanlah handball dan tidak layak dijatuhi hukuman penalti.
“Kami akan tetap menyebut penalti itu sebagai skandal, apa pun timnya,” tegas Nasri di canal plus Francis.
“Itu bukan handball. Saya katakan dengan jelas bahwa tindakan Medina (pemain Marseille) seharusnya tidak dihukum penalti,” tambahnya.
Pernyataan Nasri ini mendapat perhatian luas di media sosial, terutama dari para pendukung Marseille dan pengamat sepak bola Prancis yang merasa tim mereka dirugikan oleh keputusan wasit.
Kontroversi ini kembali memunculkan perdebatan tentang konsistensi penggunaan VAR dan standar keputusan wasit di kompetisi elite seperti Liga Champions.(maq)










