edisiana.com – Mimpi Manchester City mengejar mahkota Liga Inggris resmi runtuh di Teater Impian. Malam kelam bagi pasukan Pep Guardiola setelah Manchester United menghantam rival sekotanya 2-0 di Old Trafford.
United sebenarnya bisa menang lebih telak. Tiga gol Setan Merah dianulir akibat offside yang menghantui lini depan tuan rumah.
Belum lagi sejumlah peluang emas yang mentah oleh refleks luar biasa Donnarumma, kiper nomor satu City, yang berkali-kali menjadi tembok terakhir.
Namun, tembok itu akhirnya runtuh.
Menit ke-65 menjadi titik balik. Serangan balik mematikan dimulai dari sundulan Harry Maguire hasil tendangan bebas. Bola liar direbut Mbeumo, City lengah, dan United menghukum mereka.
Bruno Fernandes membawa bola di jantung lapangan, unggul jumlah pemain, lalu dengan dingin mengirimkan assist matang kepada Mbeumo. Satu sentuhan, satu tembakan indah—gol! Donnarumma tak berkutik.
Michael Carrick melompat kegirangan di pinggir lapangan. Old Trafford meledak.
Diallo nyaris menggandakan keunggulan lewat tembakan keras yang melintas tipis dari gawang. Mbeumo pun meninggalkan lapangan dengan standing ovation, malam itu adalah miliknya.
Masuknya Matheus Cunha menjadi mimpi buruk lanjutan bagi City. Pemain pengganti itu langsung memberi dampak: umpan silang tajam dari sisi kanan disambar Dorgu, bola mengenai Rico Lewis dan bersarang di gawang City pada menit ke-76. 2-0. Tamat sudah.
Pep Guardiola mencoba merespons. Erling Haaland ditarik keluar, disambut sorakan sinis publik Old Trafford—sebuah pemandangan langka bagi mesin gol Norwegia itu.
United tak mengendur. Diallo menghantam tiang. Mason Mount sempat mencetak gol di masa tambahan waktu, namun lagi-lagi offside menyelamatkan City dari skor yang lebih memalukan.Peluit panjang berbunyi. City tumbang. United berpesta.
Kekalahan ini membuat Manchester City kini tertinggal enam poin dari Arsenal di puncak klasemen. Dan jika The Gunners menang melawan Nottingham Forest pada Ahad malam…maka satu kalimat saja cukup:GOODBYE, THE SKY BLUES.(maq)










