edisiana.com – Girona kembali keluar sebagai pemenang dalam Derbi Catalan yang sarat ketegangan dan polemik. Di Stadion RCDE, Jumat malam, tim asuhan Míchel menundukkan Espanyol lewat dua penalti yang keras dan memicu kemarahan publik tuan rumah.
Espanyol terhenti.
Tiga laga tanpa kemenangan menjadi sinyal bahaya bagi Pericos, yang meski masih bertahan di posisi kelima, kini menunjukkan gejala kemerosotan yang nyata. Bukan hanya hasil yang menyakitkan, tetapi juga cara kekalahan ini terjadi.
Laga berjalan panas sejak awal, dengan sorotan tajam tertuju pada kinerja wasit Iosu Galech.
Di kubu Espanyol, perasaan dirugikan begitu kuat. Setiap keputusan diperdebatkan, setiap peluit memicu protes, dan malam itu berakhir dengan kemarahan yang sulit dibendung.
Di atas lapangan, tim Manolo González tidak mampu mendominasi seperti biasanya di kandang sendiri, terutama pada babak pertama.
Girona, sebaliknya, kembali menegaskan status “tamu tak terkalahkan” di RCDE: enam kunjungan terakhir tanpa kekalahan.
Girona mulai benar-benar menggigit setelah laga berjalan satu jam, tetapi ancaman sudah muncul lebih awal. Tsygankov nyaris mencetak gol pada menit ke-25 dan 37, sementara Vanat hampir membuka skor di menit ke-35 andai saja tidak ada penyelamatan luar biasa dari Dmitrovic.
Espanyol tampil tumpul. Satu-satunya peluang nyata hadir lewat Edu Expósito di menit ke-41, tetapi Daley Blind—luar biasa sepanjang laga—menggagalkan kesempatan emas itu.
Dan kemudian datanglah momen yang mengubah segalanya. Menit ke-45, tarikan ringan Omar terhadap Hugo Rincón membuat sang pemain terjatuh. Wasit tak ragu: penalti.
Keputusan yang langsung memantik kontroversi. Vanat maju sebagai eksekutor, namun Dmitrovic membaca arah bola dengan sempurna dan menjaga Espanyol tetap hidup.
Harapan itu pupus di akhir babak kedua. Dorongan ringan Rubén Sánchez terhadap Asprilla kembali berujung pada penalti kedua untuk Girona. Kali ini Vanat tak gagal. Gol, kemenangan, dan kemarahan di tribun.
Melansir MD, Girona merayakan tiga poin emas, kemenangan tandang ketiga mereka musim ini, yang membuat mereka melesat menjauh dari zona bawah klasemen.
Sementara di sisi lain, Espanyol pulang dengan rasa pahit—bukan hanya karena kekalahan, tetapi karena merasa Derbi Catalan ini dicuri oleh peluit wasit.(maq)










