edisiana.com – La Roja melaju seperti badai di Tbilisi. Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Minggu dini hari, Spanyol memperlihatkan superioritas absolut dengan melibas Georgia 4-0—pertunjukan dominan khas tim peringkat satu dunia.
Hanya 11 menit pertandingan berjalan, Spanyol sudah membuka skor. Mikel Oyarzabal dengan dingin mengeksekusi penalti setelah handball ceroboh dari Giorgi Gocholeishvili.
Dan mesin gol itu terus berputar. Martin Zubimendi, gelandang Arsenal yang tampil elegan sepanjang laga, menggandakan keunggulan 11 menit kemudian. Dengan sentuhan halus, ia mengangkat bola melewati kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili—gol yang berkelas, setenang maestro.
Belum cukup sampai di situ. Ferran Torres, pemain Barcelona yang tampil eksplosif, mencetak gol ketiga sebelum jeda usai memaksimalkan umpan Oyarzabal. Duet keduanya menjadi mimpi buruk lini belakang Georgia.
Babak kedua jadi panggung Oyarzabal lagi. Pada menit ke-63, Torres mengirimkan umpan silang melengkung mematikan yang disundul Oyarzabal menjadi gol keempat sekaligus gol keduanya malam itu. Klinis. Tanpa kompromi.
Dengan kemenangan ini, Spanyol menjaga rekor sempurna: lima laga, lima kemenangan, 19 gol dicetak, nihil kebobolan. Dominasi total.
Harapan lolos otomatis sempat bergantung pada hasil Turki kontra Bulgaria. Namun kemenangan 2-0 untuk Turki—lewat penalti Hakan Calhanoglu dan gol bunuh diri Atanas Chernev—menunda selebrasi Spanyol.
Tetap saja, situasinya masih sangat menguntungkan La Roja. Melansir BBC, selisih gol 14 lebih baik, Turki harus menang selisih tujuh gol di Sevilla pada Selasa nanti untuk menyingkirkan Spanyol dari tiket otomatis ke putaran final di Kanada.
Misi hampir selesai. La Roja sudah tinggal memastikan formalitas—dan dunia kembali melihat betapa ganasnya Spanyol yang sedang berada di puncak kekuatan.(maq)










