Aston Villa Didenda £125.000 dan Dilarang Gunakan Sistem Multibola di Awal Musim

Pemain Aston Villa merayakan golnya. Foto: via BBC

edisiana.com – Aston Villa dijatuhi denda besar sebesar £125.000 oleh Liga Premier setelah dinyatakan bersalah melanggar aturan sistem multibola untuk kelima kalinya. Akibat pelanggaran berulang ini, klub juga dilarang menggunakan sistem multibola dalam tiga laga kandang pertama mereka di musim 2025/26.

Sanksi ini menambah total denda yang harus dibayarkan Villa menjadi £305.000 sejak awal musim 2024/25, menyusul pelanggaran terus-menerus terhadap aturan yang relatif kurang dikenal namun penting ini.

Dalam pernyataan resminya seperti dilansir Daily Mail, Liga Premier menyebut: “Liga Premier telah menandatangani perjanjian sanksi dengan Aston Villa FC setelah klub tersebut mengakui telah melanggar aturan multibola Liga Premier.”

BACA JUGA:  Duel Inter Miami vs Pumas: Tanpa Messi

Sistem multibola pertama kali diperkenalkan pada musim 2022/23 dengan tujuan mempercepat permainan, mengurangi jeda waktu, dan meningkatkan pengalaman penonton.

Aturan ini mengharuskan klub tuan rumah menerapkan sistem tersebut secara adil tanpa memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan kompetitif.

Namun, Villa dianggap menyalahgunakan sistem tersebut dalam beberapa kesempatan musim lalu, termasuk dalam laga kandang melawan Tottenham Hotspur pada akhir musim 2024/25.

Dalam pertandingan yang dimenangkan Villa 2-0 itu—yang penting dalam perburuan mereka menuju zona Liga Champions—mereka dituduh menempatkan ball boy dan ball girl hanya di sisi lapangan yang menguntungkan mereka secara ofensif, yaitu di belakang gawang yang mereka serang.

BACA JUGA:  Fans Timnas Inggris Mulai Memprotes Penunjukan Tuchel

Tim wasit yang dipimpin oleh Peter Bankes sempat melaporkan kejanggalan kepada pengawas multibola di babak pertama pertandingan.

Aksi tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip sistem multibola, yang dirancang untuk menjamin netralitas dan mencegah manipulasi tempo permainan oleh tim tuan rumah.

Liga Premier menekankan pentingnya kepatuhan terhadap pedoman sistem multibola, karena pelanggaran seperti ini dianggap menciderai integritas kompetisi.

Dengan sanksi ini, Villa tidak hanya harus membayar denda besar, tetapi juga kehilangan keunggulan penggunaan sistem multibola dalam tiga laga kandang pertama mereka musim depan—suatu kerugian strategis dalam kompetisi setingkat Liga Premier.(maq)