Iran Dua Kali Kejar Ketertinggalan, Tahan Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia

Pemain Iran merayakan gol penyeimbang melawan Selandia Baru. Foto: via ESPN

edisiana.com – Iran menunjukkan mental pantang menyerah saat menghadapi Selandia Baru pada laga Piala Dunia di Stadion Sofi, Selasa pagi. Dua kali tertinggal, wakil Asia itu mampu bangkit untuk memaksakan hasil imbang 2-2.

Selandia Baru membuka keunggulan lebih dulu melalui Elijah Just. Pemain tersebut mencetak gol cepat yang membuat All Whites memimpin pada awal pertandingan.

Namun, Iran merespons pada menit ke-32. Gol penyama kedudukan lahir melalui Remin Rezaeian.

Prosesnya berawal dari pergerakan Moghanloo yang menerima bola dan melewati Michael Boxall. Bola kemudian mengarah kepada Rezaeian yang terus melakukan penetrasi sebelum menuntaskannya dengan sepakan akurat ke gawang Selandia Baru.

BACA JUGA:  Nigeria Menggila! Super Eagles Libas Gabon 4-1 Lewat Drama Ekstra Waktu

Iran sebenarnya sempat mencetak gol kedua pada masa injury time babak pertama.

Berawal dari tendangan bebas Rezaeian dari area tengah lapangan, Nemati berhasil menyundul bola ke pojok gawang. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Nemati lebih dulu berada dalam posisi offside.

Memasuki babak kedua, Selandia Baru kembali unggul. Chris Wood mengirim umpan kepada Elijah Just yang langsung melepaskan tendangan dari sudut sempit.

Bola meluncur masuk ke gawang Iran dan membawa All Whites memimpin 2-1.
Iran lagi-lagi menunjukkan daya juangnya.

BACA JUGA:  Saha Yakin MU Jadi Pesaing Gelar City

Tim berjuluk Singa Timur Tengah itu menyamakan skor melalui Mohebbi. Gol berawal dari umpan silang Rezaeian dari sisi kanan.

Mohebbi menyambut bola dengan sundulan yang sempat membentur tiang sebelum akhirnya bersarang di gawang Selandia Baru.

Hasil imbang 2-2 menutup pertandingan yang berlangsung sengit. Bagi Selandia Baru, hasil tersebut membuat mereka masih belum mampu meraih kemenangan dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.

Sementara itu, Iran berhasil mengamankan satu poin berkat kemampuan bangkit dari dua kali ketertinggalan.

Selain laga yang menarik di di tribun ada juga tontonan yang bagus. Melansir ESPN, Bendera Singa dan Matahari lambang Iran sebelum revolusi Islam 1979 terlihat di dalam stadion meskipun FIFA telah berupaya melarangnya.(maq)