edisiana.com – Bayern Munchen tidak mengendorkan permainan di babak kedua saat menghadapi Auckland City dalam laga Piala Dunia Antarklub. Setelah unggul besar di paruh pertama, Die Roten menambah empat gol lagi di babak kedua, menggenapkan kemenangan menjadi 10-0—hasil yang menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.
Jamal Musiala menjadi bintang di babak kedua. Masuk menggantikan Harry Kane setelah satu jam pertandingan, Musiala langsung unjuk aksi. Ia mencetak gol pertamanya lewat tendangan melengkung khas ke sudut jauh gawang pada menit ke-67.
Enam menit berselang, ia dengan tenang mengonversi penalti yang didapatnya sendiri. Hattrick Musiala ditutup pada menit ke-84 setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Auckland.
Thomas Müller turut mencetak brace dan melengkapi kemenangan Bayern lewat golnya di menit ke-89.
Meskipun harus menelan kekalahan telak, pelatih Auckland City, Ivan Vicelich, tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap para pemainnya, yang sebagian besar berasal dari kalangan amatir.
“Kami ingin bangga dengan para pemain. Merupakan mimpi bagi saya untuk bermain di lingkungan seperti ini, sebagai pemain amatir,” ujar Vicelich seperti dilansir ESPN pada hari ini.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, menambahkan, “Anda tidak bisa bersembunyi di lapangan. Saya benar-benar bangga—banyak pemain yang berusaha dan bekerja keras.”
Selanjutnya, Auckland yang merupakan juara Liga Champions OFC sebanyak 13 kali, akan menghadapi Benfica pada hari Jumat. Di sisi lain, Bayern akan bertemu raksasa Argentina, Boca Juniors, dalam laga yang diprediksi menjadi puncak babak penyisihan Grup C.
“Sebuah klub tradisional dari Eropa melawan klub tradisional dari Amerika Selatan. Bahkan jika saya bukan pelatih Bayern, saya akan tetap menghadiri pertandingan ini. Ini akan menjadi pertandingan yang istimewa,” tutup Kompany.(maq)










