edisiana.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Anugerah Kehumasan dan Apresiasi Pencegahan Partisipasi Masyarakat Tahun 2025, Kamis (15/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Kepri.
Kegiatan yang diinisiasi Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kepri itu menjadi ajang evaluasi sekaligus apresiasi atas kinerja kehumasan dan pencegahan partisipatif di masa non-tahapan pemilu.
Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra menegaskan, anugerah tersebut bukan sekadar seremoni penghargaan. Lebih dari itu, menjadi ruang refleksi dan penguatan peran kehumasan Bawaslu di ruang publik.
“Ini bukan hanya soal penghargaan, tetapi bagaimana kita mengevaluasi dan menegaskan kembali semangat kerja-kerja pencegahan serta kehumasan yang sudah dilakukan sepanjang 2025,” ujar Zulhadril dikutip dalam rilisnya.
Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, edukatif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran Bawaslu harus semakin terasa melalui pengelolaan informasi yang baik, terutama di media sosial dan kanal resmi lembaga.
Zulhadril juga mengingatkan agar Bawaslu kabupaten/kota menjaga konsistensi program dan memperkuat sinergi.
“Penghargaan ini hanya sebuah nilai. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkannya,” tegasnya.
Kepercayaan publik terhadap Bawaslu, lanjut Zulhadril, dibangun dari keterbukaan informasi, responsivitas, serta kemampuan menyampaikan pesan pengawasan secara tepat sasaran.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan nominasi Anugerah Kehumasan dan Apresiasi Pencegahan Partisipasi Masyarakat 2025. Penilaian mencakup kinerja kehumasan, inovasi pencegahan, hingga upaya peningkatan partisipasi masyarakat oleh Bawaslu kabupaten/kota se-Kepri.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kepri Maryamah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendorong inovasi, kolaborasi, serta peningkatan kualitas program pencegahan dan kehumasan.
“Penganugerahan ini bukan capaian satu divisi saja, tetapi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota,” jelasnya.
Maryamah berharap apresiasi tersebut dapat memacu semangat jajaran Bawaslu daerah untuk terus menghadirkan program pencegahan yang kreatif, partisipatif, serta memperkuat fungsi kehumasan yang informatif dan mudah dipahami masyarakat.(ril)











