edisiana.com – Real Madrid akhirnya menemukan oksigen. Kemenangan 1-2 di kandang Alavés menjadi penawar tekanan yang menghantui Xabi Alonso, sekaligus menjaga Los Blancos tetap hidup dalam perburuan gelar. Tiga poin emas ini memangkas jarak dengan Barcelona di puncak klasemen.
Madrid tiba di Mendizorroza dengan beban berat di pundak. Menukil BBC, hasil-hasil buruk beruntun—imbang melawan Elche dan Rayo Vallecano—telah mengguncang kepercayaan.
Padahal, tak lama sebelumnya, Los Blancos sempat duduk nyaman dengan keunggulan lima poin usai menaklukkan Barça di El Clásico akhir Oktober. Di bulan November, pasukan Hansi Flick mengambil alih kemudi.
Di tengah tekanan, muncul sosok yang selalu diandalkan. Menit ke-24, Kylian Mbappé menyalakan lampu harapan. Menerima umpan Jude Bellingham, sang kapten Prancis melepaskan tembakan mematikan ke sudut atas gawang.
Gol liga ke-17 musim ini. Total? 70 gol untuk Real Madrid sejak tiba pada Juli 2024. Angka yang berbicara lantang.
Namun Madrid belum aman. Alavés bangkit. Baru satu menit berada di lapangan, Carlos Vicente menyamakan kedudukan pada menit ke-68.
Kontrol sempurna atas bola lambung Antonio Blanco, lalu sepakan dingin melewati Thibaut Courtois. Stadion bergemuruh. Ketegangan kembali.
Madrid tak runtuh. Justru sebaliknya. Menit ke-76, kombinasi Brasil menyelesaikan segalanya. Vinicius Jr mengirim umpan, Rodrygo menusuk ke kotak penalti dan menuntaskan dari jarak dekat. Gol yang terasa seperti pelepasan beban.
Peluit akhir berbunyi. Madrid menang. Alonso sedikit bernapas. Dan LaLiga kembali panas—karena Los Blancos belum menyerah.(maq)










