Klub Elit Eropa Merugi, Gaji Dipotong hingga Jual Pemain

536

Bola, edisiana.com – Klub-klub elite Eropa sudah merasakan dampak pandemi virus corona yang melanda dunia. Milan, Manchester United, Barcelona, Real Madrid, semua mengalami kerugian yang luar biasa.

Dalam pernyataan tertulis Barcelona, kerugian yang menimpa klubnya hingga 97 juta pound atau sekitar Rp 1,67 triliun. Hingga kuartal ketiga tahun 2020.

Yang sedihnya lagi musim lalu pendapatan mereka turun 14 persen. Jika pada musim 2018-2019 mereka mendapatkan 990 juta euro, musim lalu pendapatan klub tercatat hanya 855 juta euro. Hal ini tak lepas karena kehilangan pemasukan penjualan tiket sebesar 47 juta euro, penjualan marchendise yang menurun 35 juta dan 18 juta pound dari tur stadion.

Imbas kerugian ini berdampak kepada pemain Barcelona. Pihak manajemen tidak memandang bulu memotong gaji pemainnya. Termasuk Lionel Messi. “Kami tidak ingin mengambil uang dari siapa pun tapi yang kami lakukan adalah menyesuaikan nominal gaji sehingga kami bisa terus membayar para pemain bila memungkinkan. Ini adalah solusi yang menurut kami paling pantas terkait situasi saat ini,” kata Presiden sementara Barcelona Carles Tusquets menegaskan.

BACA JUGA:  MU Hanya Mau Bayar Hojlund £60 Juta, Lebih dari Itu, No!

Sebenarnya bukan tim Catalan yang merugi. Tapi ada sembilan klub yang mengalami nasib yang sama. Seperti dilansir Marca, mereka adalah, Valencia, Real Madrid, Sevilla, Real Betis, Sporting Gijon, Real Zaragoza, Malaga dan Girona.

Untuk Real Madrid kerugiannya mencapai 200 juta euro atau Rp 3,3 triliun. Akibatnya, sejumlah pemain top Madrid akan dijual. Seperti Gareth Bale, James, Modric dan lainnya

BACA JUGA:  Rooney Bermimpi Jadi Pelatih Manchester United

Di Liga Inggris pun demikian halnya. Yang baru mengumumkan dari klub elit, Manchester United. Manchester United mengalami kerugian sebesar 28,55 juta pada kuartal pertama 2020. Tapi kerugian lebih besar pun diprediksi akan masih diterima MU mengingat pandemi yang semakin melumpuhkan aktivitas klub.

Selain itu, pendapatan hak siar dari Liga Inggris dipotong hingga 51,7 persen.  Matchday fee dari Liga Inggris dan Liga Eropa mereka lakoni pun juga mengalami penurunan meski nominalnya belum diputuskan.

Akibat kondisi tersebut, utang bersih Manchester United per 31 Maret 2020 telah mencapai 421 juta pound. Angka tersebut meningkat 127,4 juta pound dari tahun lalu dalam periode yang sama.

Sedangkan kerugian empat klub berikutnya, Liverpool 96 juta pounds, Chelsea 86 juta pounds, Tottenham Hotspur 82 juta pounds, dan Arsenal 74 juta pound. Sedangkan klub kasta bawah, Leicester City dan Burnley kehilangan pemasukan hingga 30 persen.

BACA JUGA:  Manajer PSG dan Anaknya Ditahan Polisi

Itu di Liga Premier League. Di Seri A juga. Dalam pernyataan resminnya pada AC Milan menyatakan rugi ratusan juta euro. “Dengan musim 2019/20 yang sangat dipengaruhi oleh pandemi global, ada dampak negatif pada kinerja keuangan Klub,” demikian pernyataan AC Milan.

“Klub mencatat kerugian bersih setahun penuh sekitar 195 juta euro (sekitar Rp 3,3 triliun),” tambah pernyataan itu. 

Menurut keterangan itu, kerugian lantaran kurangnya pemasukan klub. Baik dari penjualan tiket maupun sektor komersial lainnya. Begitu juga pendapatan di pentas Eropa musim lalu. Juga turut melesukan keuangan klub Milan.(maq)

BAGIKAN