edisiana.com – Klub Liga Pro Arab belanja pemain gila-gilaan. Mulai dari Ronaldo hingga sekarang Neymar. Pengamat minta pemegang wewenang liga untuk embargo.
Belanja besar-besaran di Arab Saudi terjadi bersamaan dengan beberapa klub Inggris menghadapi tantangan menyeimbangkan pembukuan mereka.
Sementara baik Chelsea dan Wolves telah menghadapi keputusan sulit seputar perekrutan musim panas ini, karena mereka berusaha untuk tetap dalam batas tiga tahun Liga Premier dengan kerugian sebesar £105 juta di bawah aturan Financial Fair Play (FFP).
Chelsea menghabiskan lebih dari £400 juta dalam transfer musim lalu, sementara Wolves membukukan kerugian £46,1 juta tahun lalu.
Bekas pelatih Wolves Julen Lopetegui mengatakan klub perlu “menyelesaikan” masalah FFP untuk bersaing di papan atas.
Wolves sempat mengira Neves akan bergabung dengan Barcelona, namun, pindqh ke Al-Hilal senilai biaya £47 juta.
Pengamat bola, Neville pun menyerukan embargo pada aktivitas transfer Saudi. Tapi ketua Liga Premier Richard Masters punya padangan berbeda.
Melansir BBC Sport, ia mengatakan bahwa aturannya untuk mencegah biaya transfer yang membengkak memang kuat.
Tapi Masters mengaku tidak terlalu khawatir dan menyarankan kepada klub Saudi memiliki hak yang sama untuk membeli pemain seperti liga lainnya.
“Mereka berinvestasi pada pemain dan manajer untuk mencoba meningkatkan profil liga dan klub.
“Kami membutuhkan waktu 30 tahun untuk mencapai posisi yang kami miliki dalam hal profil, daya saing, dan aliran pendapatan yang kami miliki,” ujarnya.(maq)
Serukan Embargo Arab Dalam Transfer Pemain











