edisiana.com – Pelatih Paris Saint Germain, Christophe Galtier, melalui pengacaranya, menggugat mantan direktur sepak bola Nice, Julien Fournier dan Sir Dave Brailsford, kepala Olahraga di Ineos, perusahaan pemilik Nice.
Sementara itu jaksa penuntut umum Nice mengatakan telah membuka kasus tuduhan diskriminasi ras dan agama.
Bahkan polisi telah melakukan penggeledahan di tempat latihan Nice dan di kantor klub pada Jumat pagi.
Kasus ini bermula bocoran email dari mantan direktur sepak bola Nice Julien Fournier kepada pemilik klub. Yang mana menuduh Galtier mengatakan ada terlalu banyak pemain kulit hitam di dalam tim Nice.
Christophe Galtier dengan tegas membantah klaim tersebut dan mengatakan dia akan berusaha untuk membersihkan namanya.
“Saya sangat terkejut dengan tuduhan yang dibuat dan disampaikan oleh beberapa orang secara tidak bertanggung jawab,” kata Galtier seperti dilansir ESPN pada Sabtu ini.
“Tuduhan ini menyakiti saya di bagian terdalam dari keberadaan saya,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya.
Menurut dia, dirinya besar di lingkungan dewan, dalam wadah peleburan dengan nilai-nilai berbagi dan menghormati orang lain, tanpa memandang asal-usul atau agama.
“Seluruh hidup dan karier saya dipandu oleh kesejahteraan dan berbagi dengan orang lain,” ucapnya.(maq)
Bos PSG Polisikan Mantan Direktur Nice











