edisiana.com – Liverpool memastikan langkah ke babak kelima FA Cup setelah menundukkan Brighton & Hove Albion dengan skor meyakinkan 3-0 di Anfield.
Kemenangan tersebut mempertegas konsistensi The Reds, sementara Brighton kian terpuruk. Tim tamu kini hanya meraih dua kemenangan dari 15 laga terakhir di semua kompetisi.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, dan pelatih Brighton, Fabian Hürzeler, sama-sama tidak melakukan banyak rotasi dari laga Liga Premier tengah pekan. Kedua tim turun dengan komposisi terbaiknya.
Brighton justru memulai laga dengan agresif. Mereka beberapa kali menekan pertahanan tuan rumah. Namun efektivitas menjadi pembeda.
Liverpool perlahan mengambil alih kendali permainan. Pada menit ke-42, Curtis Jones memecah kebuntuan.
Bermain sebagai bek kanan dan tampil sebagai starter pertama kali sejak 17 Januari, Jones menyambut umpan silang Milos Kerkez dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan kiper Steele.
Brighton sebenarnya memiliki dua peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Namun Alisson Becker tampil sigap.
Ia menggagalkan peluang Diego Gómez serta sundulan Lewis Dunk di dua momen berbeda sebelum dan sesudah jeda.
Ketika peluang terbuang, Liverpool menghukum.
Pada menit ke-56, Dominik Szoboszlai menggandakan keunggulan. Proses gol berawal dari umpan panjang Virgil van Dijk kepada Cody Gakpo.
Bola kemudian diteruskan ke Mohamed Salah yang dengan sentuhan cerdas mengarahkan umpan ke Szoboszlai. Gelandang Hungaria itu menuntaskannya dengan sempurna untuk gol ke-10 musim ini.
Upaya Hurzeler melakukan tiga pergantian pemain tak membuahkan hasil. Justru Liverpool mendapat hadiah penalti setelah Salah dijatuhkan Pascal Groß di dalam kotak terlarang.
Salah sendiri yang maju sebagai eksekutor. Sepakannya meluncur ke sudut atas gawang, memastikan skor 3-0 sekaligus mencatat gol ketujuhnya musim ini.
Ngumoha Kurang Beruntung
Laga hampir ditutup dengan momen spesial. Pemain muda 17 tahun, Rio Ngumoha, yang masuk dari bangku cadangan sempat mencetak gol lewat tendangan melengkung indah.
Namun gol tersebut dianulir karena dianggap offside. Tayangan ulang menunjukkan keputusan itu meragukan.
Sayangnya, VAR baru akan digunakan mulai putaran kelima, sehingga Ngumoha harus menunda selebrasi perdananya di kompetisi ini.
Liverpool melaju dengan penuh keyakinan. Sementara menurut BBC, Brighton pulang dengan penyesalan. Di Anfield, efektivitas dan ketenangan menjadi pembeda.(maq)











