edisiana.com – Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Liam Rosenior.
Dalam laga perdananya di Stamford Bridge, sang pelatih tak mampu menghindarkan Chelsea dari kekalahan pahit atas Arsenal, yang pulang dengan kemenangan 3-2 pada leg pertama semifinal Piala Liga.
Segalanya tampak berjalan melawan The Blues. Robert Sanchez menjadi sorotan negatif setelah kesalahan fatalnya membuka jalan bagi Arsenal untuk mengambil kendali pertandingan.
Chelsea sempat mencoba bangkit, terutama setelah Alejandro Garnacho, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak dua gol dan menghidupkan kembali harapan publik London Barat.
Namun, ketika laga tampak mengarah pada hasil imbang yang berharga, muncul satu momen magis.
Martín Zubimendi melepaskan gol spektakuler yang membungkam Stamford Bridge dan menjadi penentu kemenangan Arsenal—sebuah sentuhan kelas yang bisa menjadi pembeda di semifinal ketat ini.
Segalanya kini akan ditentukan di leg kedua.
Menukil MD, Derby panas di Emirates Stadium pada 3 Februari akan menjadi panggung terakhir, tempat Chelsea mempertaruhkan segalanya dan Arsenal berusaha mengunci tiket ke final. Drama belum usai—baru saja dimulai.(maq)











