edisiana.com – Arsenal meraih kemenangan yang nyaris tak masuk akal. Tanpa satu pun gol dari pemainnya sendiri, The Gunners tetap membawa pulang tiga poin emas. Dua gol bunuh diri Wolverhampton Wanderers memastikan kemenangan 2-1 di Emirates dan membuat pasukan Mikel Arteta unggul lima poin di puncak Premier League.
Setelah terpukul oleh kekalahan 2-1 dari Aston Villa pekan lalu, sang pemimpin klasemen mencoba bangkit. Namun, yang terjadi justru malam penuh frustrasi. Babak pertama berjalan datar, tanpa ritme, dan jauh dari standar calon juara.
Ironisnya, peluang terbaik justru milik Wolves. Hwang Hee-chan lolos tanpa kawalan setelah lemparan jauh Declan Rice membuat lini belakang Arsenal kelabakan. Ia membawa bola dari setengah lapangan sendiri, tetapi kehabisan tenaga saat mengeksekusi di kotak penalti. David Raya menyelamatkan Arsenal dengan mudah.
Di sisi lain, Arsenal tampil tumpul. Johnstone menutup babak pertama tanpa satu pun penyelamatan berarti. Emirates mulai gelisah.
Yang lebih mengejutkan, Arteta tidak langsung memperkuat lini serang di awal babak kedua. Hingga mendekati menit ke-60, permainan Arsenal tak kunjung berubah. Baru kemudian sang pelatih bereaksi: Martin Ødegaard, Leandro Trossard, dan Mikel Merino masuk, sementara Eberechi Eze, Gabriel Martinelli, dan Martín Zubimendi ditarik keluar.
Ketegangan memuncak saat Hwang lolos dari kartu merah. Tekel meluncur dengan sepatu mengarah ke atas ke arah Myles Lewis-Skelly membuat Arteta meledak di pinggir lapangan. Namun wasit Robert Jones hanya mengeluarkan kartu kuning, dan VAR memilih diam.
Arsenal mulai mengepung. Menit ke-66, tendangan bebas jarak jauh Rice ditepis Johnstone, yang kemudian melakukan penyelamatan satu tangan spektakuler. Namun dari pahlawan, ia berubah menjadi pesakitan.
Dari situasi bola mati berikutnya, Johnstone hanya bisa menepis tipis bola kiriman Saka ke tiang jauh. Bola memantul darinya sendiri dan melewati garis gawang. Gol bunuh diri. Emirates meledak, meski dengan rasa tak percaya.
Ødegaard sempat mengirim tembakan ke jaring samping, sementara Viktor Gyökeres menyia-nyiakan peluang terbaiknya sebelum digantikan Jesus. Puasa gol penyerang Swedia itu kini mencapai lima laga.
Saat Arsenal tampak akan menang tipis 1-0, Wolves bangkit. Pemain pengganti Arokodare menyundul umpan datar Mateus Mane dan menyamakan kedudukan. Dinginnya Emirates kembali terasa.
Namun drama belum selesai. Pada menit keempat dari enam menit tambahan waktu, kesalahan fatal kembali terjadi. Gol bunuh diri kedua Wolves di malam itu menjadi hadiah terakhir bagi Arsenal.
Kemenangan yang aneh. Kemenangan yang tidak indah. Tapi kemenangan yang bisa berarti segalanya. Arsenal tetap berdiri di puncak, selangkah lebih dekat dengan mimpi besar mereka.
Menukil BBC, Wolves tetap berada di posisi terbawah klasemen dengan hanya dua poin dari 16 pertandingan setelah kekalahan kesembilan berturut-turut.
Mereka kini hanya terpaut satu pertandingan dari rekor Sheffield United yang belum meraih kemenangan dalam 17 pertandingan pertama di Liga Premier.(maq)










