edisiana.com – Barcelona kembali menunjukkan siapa penguasa La Liga. Dini hari tadi, Blaugrana menundukkan Osasuna yang bertahan mati-matian dengan skor 2-0, berkat dua gol Raphinha yang tampil sebagai algojo.
Kemenangan ini membuat Barça kini melesat tujuh poin di atas Real Madrid di puncak klasemen.
Montjuïc sempat bergemuruh di menit ke-23 ketika Ferran Torres menyundul umpan silang Marcus Rashford. Gol? Tidak.
VAR turun tangan dan menganulirnya. Tumit Raphinha tertangkap berada dalam posisi offside saat proses serangan dari skema sepak pojok pendek. Detail kecil, keputusan besar.
Barça terus menekan. Torres kembali nyaris memecah kebuntuan lewat sundulan setelah menyambut umpan melengkung berbahaya dari Lamine Yamal. Namun, bola justru melambung melewati mistar. Dewi fortuna belum berpihak.
Osasuna, meski bertahan rendah, tidak sepenuhnya menyerah. Beberapa menit setelah babak kedua dimulai, Victor Muñoz mengejutkan tuan rumah.
Ia lolos dari kawalan Alejandro Balde dan tinggal berhadapan dengan Joan García. Tapi peluang emas itu terbuang—tembakannya melenceng.
Dan seperti biasa, Barcelona menghukum. Pedri muncul dari lini kedua, mengiris pertahanan lawan, dan menemukan Raphinha.
Tanpa ragu, sang winger Brasil menaklukkan Sergio Herrera. Gol yang memecah kebuntuan. Gol yang mengubah segalanya.
Osasuna runtuh. Di menit-menit akhir, Raphinha kembali muncul di tempat yang tepat untuk menuntaskan gol mudah dan mengunci kemenangan. Dua gol, satu pesan: Barça serius ingin juara.
Menukil BBC, menyebutkan tujuh minggu lalu, Barcelona tertinggal lima poin dari Real Madrid usai kalah 1-2 di El Clásico. Kini? Tujuh kemenangan liga beruntun membawa mereka unggul tujuh poin di puncak. Sebuah kebangkitan yang terasa seperti pernyataan kekuasaan.
Real Madrid masih punya kesempatan memangkas jarak menjadi empat poin jika mampu menaklukkan Alavés pada Minggu. Tapi malam ini milik Barcelona. Dan milik Raphinha.(maq)









