edisiana.com – Inggris kembali menunjukkan bahwa mereka adalah raja Grup K. Setelah menumbangkan Serbia 2-0, pasukan Thomas Tuchel mempertahankan rekor sempurna dan terus melaju tanpa goyah menuju Piala Dunia.
Di awal laga, suasana sempat terganggu oleh pesawat kertas yang turun dari tribun, tepat ketika Bukayo Saka gagal memanfaatkan peluang. Namun Inggris segera mendapatkan ritmenya. Menit ke-25, Marcus Rashford mencetak tembakan tepat sasaran pertama bagi Tiga Singa.
Dan hanya tiga menit kemudian, panggung jadi milik Saka. Berawal dari tendangan bebas kiper Serbia, Predrag Rajković, yang justru mengarah ke debutan Nico O’Reilly. Tendangannya diblok, bola memantul liar, dan Saka menghajar dengan tendangan voli mematikan. 1-0 Inggris, dan Stadion bergetar.
Inggris terus menekan: bola rendah dari O’Reilly membentur tiang, sundulan Kane melebar, dan Rogers sempat mengancam sebelum jeda.
Namun setelah turun minum, Inggris kehilangan sedikit naluri pembunuh mereka. Serbia menemukan peluang emas lewat Dusan Vlahović, yang sayangnya bagi mereka—dan untung bagi Inggris—tendangannya melenceng tipis.
Tuchel lalu melakukan revolusi kecil dari bangku cadangan. Empat pergantian sekaligus: Foden menggantikan Kane sebagai titik fokus, Bellingham masuk untuk Rogers. Dan efeknya terasa. Anderson, Eze, dan Foden menggempur Serbia, meski penyelesaian akhir sempat mengecewakan.
Serbia sendiri masih berbahaya. Samardžić melebar sedikit, meski akhirnya offside. Vlahović kembali mengancam dari tepi kotak penalti, membuat jantung para pendukung Inggris berdetak keras.
Hingga akhirnya, Inggris mengunci kemenangan dengan gol yang lahir dari kerja sama tiga pemain kelas dunia. Bellingham merebut bola, Foden mengirim umpan brilian, dan Eze menuntaskan dengan ketenangan seorang maestro. Gol kedua, laga selesai, dan Inggris tetap sempurna.
Melansir BBC, kekalahan ini memupus harapan Serbia untuk mencapai play-off, sementara Inggris bersiap menghadapi Albania di Tirana pada hari Minggu—dengan posisi puncak aman, kepercayaan diri penuh, dan kualifikasi yang nyaris tak terbendung.
Tiga Singa terus mengaum. Dan Eropa mendengarnya.(maq)









