Waduk Nongsa Menyusut, Produksi IPAM Berjalan Tak Maksimal

Salah satu waduk air bersih yang disalurkan ke rumah warga. Foto: Humas

edisiana.com – Ketersediaan air baku di Waduk Nongsa mengalami penyusutan. Kondisi tersebut dipicu minimnya curah hujan yang turun di kawasan tangkapan air. Dampaknya, produksi air di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Nongsa tidak bisa berjalan maksimal.

Informasi tersebut disampaikan PT Air Batam Hilir melalui akun Instagram resminya. Perusahaan menyebut kondisi sumber air baku saat ini turut dipengaruhi faktor cuaca.

Sebagaimana diketahui, waduk di Kota Batam merupakan waduk tadah hujan. Artinya, ketersediaan air sangat bergantung pada curah hujan yang mengisi area tangkapan air.

BACA JUGA:  Malaysia Berencana Investasi Agribisnis Senilai Rp350 M di Batam

Karena itu, kondisi cuaca dan tingkat curah hujan memiliki pengaruh besar terhadap volume air baku yang dapat diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.

Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, PT Air Batam Hilir berkoordinasi dengan BU SPAM BP Batam. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan suplai air dari IPAM lainnya.

BACA JUGA:  Pertama di Kepri, RSBP Lakukan Tindakan ICD Kepada Pasien Penyakit Jantung

Namun, upaya tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pergeseran jam layanan air kepada pelanggan.

PT Air Batam Hilir pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan bagi seluruh pelanggan.

Terlebih, kondisi cuaca yang memengaruhi sumber air baku membuat pengelolaan dan penggunaan air secara efisien menjadi semakin penting.(maq)