Alonso Segera Cabut Kutukan Neverkusen

Xabi Alonso sekarang dicintai fans Leverkusen. Foto: via Daylimail

edisiana.com – Xabi Alonso mengubah dratis Bayer Leverkusen. Jadi tim yang ditakuti di Bundesliga. Dan sekarang hampir meraih gelar pertama. Dengan kemenangan satu pertandingan saja.

Kutukan Neverkusen untuk Leverkusen pun segera dicabut. Setelah mereka gagal meraih gelar juara secara dramatis di penghujung musim 1999-2000 dan 2001-2022. 

Neverkusen menggambarkan citra tim sebagai si runner-up abadi. Namun sejak dipegang Alonso melewati pencapaian pada Oktober 2022.

Pelatih asal Spanyol ini mengangkat klub Leverkusen dari posisi kedua terbawah ke posisi keenam di Bundesliga musim lalu. Dan sekarang Leverkusen tidak terkalahkan dalam 42 pertandingan musim ini. Cukup satu kemenangan saja mereka memegang gelar Jerman pertamanya

Hubungan Alonso dengan fans Leverkusen semakin kuat. Apalagi ia berkomitmen masa depannya di klub, meski ada minat dari Liverpool, Bayern Munich dan Real Madrid.

BACA JUGA:  Getafe CF Hukum Espanyol Lewat Dua Gol Telat

Kara Head, yang biasa mengelola saluran media sosial berbahasa Inggris Leverkusen awalnya meragukan kemampuan Alonso.

“Dia punya sejarah hebat sebagai pemain tapi belum banyak melatih,” ujar dia seperti dilansir Daylimail pada Ahad ini

‘Saya tahu kami memiliki tim yang bagus dengan pelatih yang baik, tapi tidak ada yang menyangka bahwa kami akan mencatat rekor tak terkalahkan ini,” kata fan Leverkusen, Lara.

Alonso baru berusia 42 tahun dan salah satu kelebihannya adalah kemampuannya untuk ikut berlatih. Dia suka menunjukkan kepada para pemainnya bagaimana ia ingin cara mengoper dan bergerak serta intensitas permainan yang mereka miliki.

BACA JUGA:  Inggris Menang Atas Finlandia 3-1, Arnold Buat Gol Menakjubkan

Dan tidak mengherankan jika seseorang yang pernah bermain di bawah asuhan Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Carlo Ancelotti mampu melakukan transisi dari pemain ke manajer dengan mulus.

“Rasanya dia tahu cara mengalahkan tim mana pun. Tapi dia menemukan cara, dia melakukan pergantian pemain yang tepat, dia membaca permainan dengan sangat baik,” tutur Kara.

Ia menilai Alonso merupakan ahli strategi dan punya kendali besar terhadap timnya. “Ini menunjukkan betapa besarnya perbedaan yang bisa dibuat oleh seorang pelatih,” terangnya.

Fans yang lain, Peter, mengatakan sebenarnya Leverkusen sudah memainkan sepak bola yang indah selama sekitar sepuluh tahun terakhir. Tapi mereka adalah korban dari kesalahan mereka sendiri.

BACA JUGA:  Arne Slot Jauh Lebih Pintar dari Ten Hag

“Xabi telah menyempurnakan area ini dan memiliki gaya sepak bola yang sangat efektif dengan banyak penguasaan bola dan opsi menyerang yang berbeda,” kata Peter menilai.

“Saya melihat ini sebagai kesimpulan dari proses jangka panjang, juga terkait dengan perubahan mentalitas manajemen klub. Semoga ini menjadi awal era kejayaan,” jelasnya.(maq)