edisiana.com – Harapan Manchester City untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar Liga Premier Inggris akan diuji akhir pekan ini. Laga melawan West Ham United pada Sabtu malam menjadi penentu. Jika terpeleset, mimpi meraih trofi bisa langsung menguap. No trophy, no happy.
Saat ini City berada di peringkat kedua klasemen sementara. Pasukan Pep Guardiola tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Namun The Citizens masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
City masih menyisakan sembilan laga, sementara Arsenal tinggal memainkan delapan pertandingan. Kedua tim juga dijadwalkan bentrok langsung di Stadion Etihad pada 19 April mendatang. Duel tersebut berpotensi menjadi laga penentu perburuan gelar.
“Saat ini kami akan menghadapi West Ham. Liga Premier adalah gelar yang paling sulit diraih,” ujar Guardiola dinukil dari BBC pada hari.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya tidak boleh kehilangan poin lagi jika ingin terus menjaga peluang juara. “Kami masih di sini. Tapi kami tahu, jika kehilangan poin, semuanya bisa berakhir,” tegasnya.
Di sisi lain, West Ham sedang berjuang keluar dari papan bawah. The Hammers kini berada di zona degradasi dan hanya kalah selisih gol dari Nottingham Forest yang menempati posisi ke-17.
Meski demikian, performa West Ham belakangan menunjukkan peningkatan. Dalam lima pertandingan terakhir Liga Premier, mereka hanya menelan satu kekalahan.
Guardiola menyadari tim asuhan Nuno Espirito Santo bakal tampil habis-habisan demi mengamankan poin. Namun City, kata dia, juga memiliki kepentingan yang sama besar.
“Saya selalu mengatakan ketika memasuki 10 pertandingan terakhir, semua tim bermain untuk sesuatu,” jelas Guardiola.
“Ada yang berjuang menghindari degradasi, mengejar tiket Liga Europa, Liga Conference, Liga Champions, atau menjadi juara.”(maq)











