Keluar dari Liga Inggris, Gaji Pemain West Ham dan Leicester Langsung Dipotong

217
Yarmolenko menangis setelah mencetak gol pembuka West Ham. Foto: Reuter

edisiana.com – West Ham dan Leicester tengah berusaha keluar dari zona degradasi. Sebab mereka terancam terkena pengurangan gaji bila turun ke Liga Championship.

The Hammers dan Foxes saat ini hanya keluar dari zona degradasi karena selisih gol. Dan menghadapi ancaman nyata untuk kehilangan liga Inggris musim ini.

Kedua klub telah bersaing di papan atas papan atas selama dua musim terakhir. West Ham dan Leicester masing-masing finis ketujuh dan kedelapan, musim lalu.

Kedua klub telah berusaha untuk memperkuat skuad mereka dengan harapan membangun kesuksesan mereka selama dua tahun terakhir.

Dan meskipun ancaman degradasi telah berkurang mengingat sejarah terakhir mereka, kedua tim telah memasukkan klausul pengurangan gaji dalam kesepakatan transfer terbaru.

Pada tahun 2020, para pemain West Ham menghadapi pemotongan gaji sebesar 50 persen jika terjadi degradasi.

Dan melansir Daylimail persentase telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir menjadi antara 20-30 persen.

Begitu pula kontrak pemain Leicester sebelumnya sudah termasuk pemotongan gaji hingga 40 persen.

Namun terlepas dari kemunculan mereka baru-baru ini sebagai salah satu klub dengan performa terbaik Inggris di bawah Rodgers, The Foxes terus memasukkan ketentuan pengurangan upah dalam kontrak bermain.

Delapan pemain akan habis kontraknya di akhir musim termasuk pemain berpenghasilan besar Youri Tielemans dan Jonny Evans yang akan membantu meringankan beban terlepas dari bagaimana musim berakhir.

Sebaliknya, seperti dilansir Sportsmail tahun lalu, sejumlah besar pemain Everton berhak menerima gaji pokok yang sama jika mereka terdegradasi dalam skenario yang akan membuat klub menghadapi krisis keuangan besar.(maq)

BACA JUGA:  Laga Perdana Grealish dengan Mantan Klubnya
BAGIKAN