edisiana.com – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian di daerah.
Menurutnya, kolaborasi strategis yang dijalin antara Kementerian UMKM RI, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Kota Batam dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“UMKM merupakan pilar penting dalam menggerakkan perekonomian di daerah. Karena itu, kolaborasi ini kami jalankan untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha di Batam,” ujar Helvi dalam sambutannya pada acara penandatanganan kolaborasi strategis tersebut, Rabu 12 November.
Helvi menjelaskan, kerja sama ini akan dijalankan melalui tiga pilar utama, yaitu Akses Permodalan Berkelanjutan, Peningkatan Kapasitas Usaha, serta Penguatan Peluang Investasi dan Kemitraan Industri yang akan difasilitasi oleh BP Batam.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam memperoleh kemudahan akses permodalan, pendampingan yang berkualitas, serta peluang pasar yang lebih luas — termasuk melalui jejaring investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” lanjutnya.
Langkah kolaboratif ini juga didukung oleh data Sensus Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, yang mencatat terdapat 75.575 unit UMKM aktif di Kota Batam hingga akhir 2024.
Jumlah tersebut menunjukkan potensi besar Batam sebagai pusat pertumbuhan UMKM nasional, ditopang oleh posisi strategisnya sebagai kawasan industri, perdagangan, dan logistik internasional.(maq)











