edisiana.com – Penantian panjang Coventry City akhirnya terbayar lunas. Setelah 25 tahun, The Sky Blues kembali merasakan kemenangan di Premier League. Tak tanggung-tanggung, Newcastle United menjadi korban keganasan mereka dengan kekalahan telak 4-1 di CBS Arena, Senin malam.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bagi publik tuan rumah. Bukan hanya karena sukses mengamankan tiga poin, tetapi juga karena Coventry akhirnya kembali mencetak gol kandang di Premier League setelah lebih dari dua dekade.
Gol pembuka Coventry lahir melalui titik putih. Kiper Newcastle, Lukas Hornicek, menjatuhkan Sidiki Cherif di area terlarang. Jack Rudoni yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya. Gol itu langsung disambut gemuruh suporter yang memadati CBS Arena.
Catatan sejarah pun tercipta. Gol Rudoni menjadi gol kandang pertama Coventry di Premier League sejak John Hartson mencetak gol dalam kemenangan 1-0 atas Sunderland pada April 2001.
Memasuki babak kedua, Coventry tak mengendurkan tekanan. Cherif menggandakan keunggulan tuan rumah tak lama setelah turun minum lewat penyelesaian apik yang membuat Newcastle semakin tertekan.
Newcastle sempat membuka asa pada menit ke-70. Sven Botman melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut sempat memberi harapan bagi tim tamu untuk bangkit dan menyelamatkan pertandingan.
Namun, Coventry punya jawaban. Ellis Simms, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan yang membentur pemain lawan sebelum bersarang di gawang Newcastle. Gol itu membuat keunggulan tuan rumah kembali melebar dan stadion pun bergemuruh merayakannya.
Pesta Coventry belum berakhir. Empat menit sebelum waktu normal usai, Stephen Mfuni memastikan kemenangan telak 4-1. Dia melepaskan tembakan melengkung yang melewati Hornicek dan bersarang di sudut kanan atas gawang Newcastle.
Hasil ini menjadi suntikan tenaga besar bagi Coventry dalam persaingan Premier League. Tambahan tiga poin mengangkat mereka keluar dari zona degradasi dan naik ke posisi ke-14 klasemen. Koleksi poin mereka bahkan sama dengan Manchester United.
Sebaliknya, Newcastle harus pulang dengan pekerjaan rumah besar. Tim besutan Matthias Jaissle itu masih tertahan di posisi ke-11, dengan delapan poin dari enam pertandingan awal musim.
Bagi Coventry, melansir BBC, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Ini adalah malam bersejarah yang mengakhiri penantian panjang sekaligus menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Inggris.(maq)










